≡ Menu
Pabelog

Tutorial Cara Membeli & Deploy Cloud VPS DigitalOcean Hanya $5.00

in VPS

VPS Cloud DigitalOcean termasuk salah satu cloud VPS yang memiliki harga sangat murah jika dibandingkan cloud VPS yang ada dipasaran. Hanya dengan 5 USD, kita sudah bisa memiliki cloud VPS.

Untuk melihat bagaimana performa cloud VPS murah DigitalOcean, kamu bisa menyimark benchmark sederhana saya:

512MB Ram sudah sangat cukup untuk membangun blog wordpress yang hebat. Jika kamu bosan dengan shared hosting atau selalu di-suspend gara-gara wp-robot, tidak ada salahnya untuk mencoba DigitalOcean.

Sekarang, DigitalOcean memiliki tempat lokasi, NewYork, Amsterdam, SanFransisco, dan Singapura. Kedepannya, mereka berencana menambahkan server di lokasi lainnya juga.

Salah satu komitmen mereka adalah “Built by developers for developers“. Maksudnya mereka tahu kebutuhan dan keingan developers.

Mereka juga memiliki library yang cukup lengkap, DigitalOcean Help Community. Di sana kita bisa mendapatkan tutorial lengkap bagaimana menginstall software atau membangun host wordpress.

Berikut video singkat apa itu DigitalOcean.

Lalu bagaimana cara membeli VPS DigitalOcean?

Ikuti step by step di bawah, kita akan mencoba cloud VPS murah DigitalOcean hanya dengan 5 USD saja.

Step by Step Membangun Cloud VPS DigitalOcean

Tidak perlu waktu lama untuk membangun VPS DigitalOcean, hanya 55 detik saja cloud VPS murah kita sudah siap dipakai.

Bagaimana cara lengkapnya?

Berikut adalah step by step membangun VPS DigitalOcean. Pada tutorial ini saya asumsikan bahwa kamu belum pernah membeli VPS sebelumnya.

Daftar DigitalOcean di sini
saya akan menerima sedikit komisi afiliasi dari link di atas untuk membuat blog ini tetap hidup, jika Anda tidak bersedia, klik di sini.

Pertama, Deposit Droplets sebagai Cara Pembayaran DigitalOcean

Berbeda dengan cara pembayaran pada umumnya. Jika pada hosting provider lain kita membayar lalu akun hosting akan delevery melalaui email. Pada DigitalOcean kita melakukan deposit terlebih dahulu, nantinya kita bisa membuat VPS hanya dengan 55 detik.

cara membeli VPS

Halaman Registrasi di DigitalOcean

Lakukan registrasi di http://www.digitalocean.com/registrations/new. Setelah itu akan ada email masuk dari DigitalOcean yang berisi informasi kontak dan lainnya.

Login ke DigitalOcean di http://www.digitalocean.com/login.

VPS DigitalOcean

Deposit Droplets

Sekarang kita akan membuat VPS 512MB melalui halaman ini. Pilih menu Droplets, lalu klik Get Started. Nantinya, emua aktifitas seperti update DNS, SSH keys, dan update VPS akan dilakukan di halaman ini.

Pembayaran Melalui Paypal DigitalOcean

Halaman Deposit DigitalOcean

Ada dua pilihan menu pembayaran, paypal dan Credit Card, saya sendiri akan melakukan pembayaran melalui paypal. Kita bisa melakukan deposit sampai 100 USD, tetapi saran saya deposti $10 USD saja.

Membeli VPS DigitalOcean Melalui PayPal

Pembayaran Melalui PayPal

Kita akan masuk ke menu paypal, pilih pay with paypal account. Login dengan paypal account kita.Klik Pay Now. Nantinya kita akan dibawa ke halaman Droplets Billing DigitalOcean.

Balance & Usage DigitalOcean

Balance & Usage DigitalOcean

Sekarang kita sudah memiliki deposit 10 USD.

Kedua, Deploy VPS untuk Mulai Membangun Cloud VPS DigitalOcean

Kita sudah memiliki 10 USD. Selanjutnya kita akan membangun VPS paling hemat di DigitalOcean, 512MB. Tidak perlu waktu lama, hanya 55 detik, VPS kita sudah siap dipakai.

Cloud VPS Murah

DigitalOcean Create Droplet

Masuk kembali ke menu droplets. Lalu pilih create droplets.

Cara membeli VPS DigitalOcean

Membuat hostname di DigitalOcean

Sekarang kita akan membuat VPS yang kita inginkan. Yang pertama harus kita isi adalah hostname. Hostname mirip dengan nama komputer di PC.

Untuk hostname, saya akan mengisinya dengan domain saya sendiri, misalnya ngeblog.co. Hostname nantinya akan menjadi subdomain dari domain tersebut.

Contoh hostname yang saya buat: nadiar.ngeblog.co

Memilih Resources DigitalOcean

Memilih Resources DigitalOcean

Langkah selanjutnya memilih resource. Jangan terburu-buru mengambil resources yang besar, sebaiknya mulai dari yang paling kecil. Sebagai tolak ukur, blog ini dengan visitor unik sekitar 1000 – 5000 perhari belum memakan resources 512MB.

Lokasi Data Center DigitalOcean

Pilih Singapura jika target pengunjung dari Indonesia atau Asia

Setelah itu memilih lokasi, karena pengunjugn saya dari Indonesia dan Asia Timur, maka saya memilih Region Asia yaitu Singapura. Jika pengunjung blog kamu dari Eropa atau timur tengah, sebaiknya pilih New York atau Amsterdam.

Template OS DigitalOcean

Template OS DigitalOcean, pilih yang kamu suka

Setelah kita memilih resource dan lokasi, selanjutnya kita akan melakukan installasi sistem operasi. Saya menyarankan untuk memilih sistem operasi Debian 7 32 bit.

Perlu diperhatikan, arsitektur x32/x86 (32 bit) lebih hemat resource dibanding x64. Jika VPS yang kita miliki memiliki RAM dibawah 2GB sangat direkomendasikan untuk memakai x32/x86.

Enable VirtIO dan Create Droplet

Enable VirtIO dan Create Droplet

Langkah terakhir, checklist Enable VirtIO dan klik Create Droplets.

*VirtIO digunakan untuk menginkatkan performa dari diskIO.

Depeloy VPS DigitalOcean

Depeloy VPS DigitalOcean kurang dari satu menit

Hanya dengan 55 detik, VPS kita telah selesai dibuat oleh DigitalOcean.

Ketiga, VPS Sudah Siap, Akses VPS DigitalOcean dengan PuTTY

Setelah VPS kita aktif, kita akan mendapat email dari DigitalOcean yang berisi root password untuk akses root. Email tersebut kurang lebih seperti ini:

Yay! Your new Droplet has been created!
You can access it using the following credentials:

IP Address: 172.243.xxx.xxx
Username: root
Password: xxxxxxxxxx

INSTRUCTIONS

To login to your droplet, you will need to open a terminal window and copy and paste the following string:

ssh [email protected]

Once you’ve entered the string, copy and paste your password:

xxxxxxxxxx

If you’re having trouble, please visit the following tutorial:
http://www.digitalocean.com/community/articles/how-to-create-your-first-digitalocean-droplet-virtual-server

Happy coding,
DigitalOcean

Yang perlu kamu catat adalah IP Address, Username, dan Password.

Selanjutnya, untuk mengakses VPS kita akan memakai PuTTY. Download PuTTY, atau download installer-nya.

Install PuTTY seperti menginstall software pada umumnya. Buka PuTTY, kita akan mesuk pada halaman PuTTY.

PuTTY Configuration di VPS DigitalOcean

PuTTY Configuration

  1. Masukan IP Address yang kita terima dari DigitalOcean melalui email. Pilih port 22, connection type SSH.
  2. Agar kita mudah mengakses VPS kedepan, isi saved season dengan nama yang kamu suka untuk VPS ini. Saya mengisinya dengan DigitalOcean
  3. Klik save untuk menyimpan konfigurasi. Kedepan kita hanya perlu memilih season untuk login, lalu klik load.
  4. Klik open untuk membuka terminal. Akan ada popup yang memberitahukan key, klik yes.

Masuk sebagai root dan password yang telah disediakan di email. Untuk copy paste password dari email cukup copy, dan klik kanan saja untuk paste.

cloud VPS murah dari DigitalOcean

Contoh berhasil login ke VPS

Untuk mengganti password, kita hanya perlu menuliskan command

passwd root

lalu tekan enter, nantinya kita akan diminta memasukan password baru.

Apa Selanjutnya..

Kita telah memiliki VPS DigitalOcean dengan harga yang sangat murah. Selanjutnya kita bisa menggunakan VPS ini apa saja. Tetapi, pada tutorial selanjutnya saya hanya akan menunjukan bagaimana cara membuat high performance wordpress blog dengan cloud VPS DigitalOcean.

Jangan lupa untuk mendaftar DigitalOcean melalui link refferal saya. Saya hanya mengambil sedikit keuntungan untuk menghidupkan blog ini.

Daftar DigitalOcean di sini
saya akan menerima sedikit komisi afiliasi dari link di atas untuk membuat blog ini tetap hidup, jika Anda tidak bersedia, klik di sini.

Nantikan tutorial selanjutnya, jangan lupa untuk subscribe untuk update langsung. Semoga tutorial cara membeli VPS cloud DigitalOcean ini bisa bermanfaat.

About the author: Halo, saya pengelola sekaligus pemilik blog ini. Saya suka blogging, programing, makan, dan tidur. Kontak saya di twitter saya, Google+ saya. Yakin gak komentar? blog ini do-follow loh!

Comments on this entry are closed.

  • Satu Jam April 2, 2015, 11:51 am

    Saya juga udah coba di Digital Ocean, lumayan ngebantu buat situs-situs traffic tinggi.

  • Booga March 9, 2015, 10:41 pm

    Mas, mau nanya klo penggunaan VPS menjadi download dan upload file-file besar ke filesharing kayak mediafire dll, apakah bisa juga? apa saja yang harus diinstall?

    • Nadiar AS April 7, 2015, 4:51 pm

      Bisa, tetapi coba pertimbangkan resource yang ada. Saya kira situs download file besar sudah harus memakai resource dedicated.

  • Ade Iskandar March 2, 2015, 11:13 am

    gan mau dong, info install wp di DO, mana ya link daftarnya?

    • Nadiar AS March 30, 2015, 11:51 pm

      Di post di atas saya sediakan link daftarnya kok.

  • amin January 19, 2015, 11:04 am

    mas nadiar saya baru di dunia vps,,,saya mau bikin seperti promo atau iklan ,entah pakai apa saja mungkin dengan wordpres atau apa,,,saya ingin setiap satu kata kunci yang di search di google yang keluar adalah tulisan saya di halaman depan baris paling atas itu caranya gimana ya mas nadiar,,,,misalkan gini mas saya punya produk misal kacang pedas manis,,,,nah saya ingin setiap ada pengunjung yang menuliskan kata kunci makanan sehat/cemilan sehat ,,,,,saya ingin tulisan saya keluar di paling atas itu gimana ya mas,,,terimakasih balasannya ,,,,,

    • Farhan January 27, 2015, 2:59 am

      Lha kalo itu gak ada hubungannya sama VPS mas Amin. itu hubungannya sama SEO. tapi kalo mau muncul di halaman 1 google search , bisa pake google adwords. CMIW.

  • AGUNG January 17, 2015, 6:20 pm

    mas mau tanya pernah mengalami masalah nggak di digitalocean
    trus mas sendiri kok sekarang memakai hosting dari linode..????

    • Nadiar AS January 18, 2015, 8:11 am

      Saya masih pakai DO kok, saya juga memang pakai Linode, saya memakai hosting tidak dari satu provider. Saat ini saya memakai servis dari CloudKilat, DO, HawkHost, dan Linode. Saya bisa berpindah kapan saja secara dinamis.

  • dani December 15, 2014, 5:24 pm

    Iya betul, sekarang daftar di DO susah, karena ada verifikasi member, saya sudah coba kirim KTP tapi tetap saja di tolak…. akhirnya saya minta refund. Sudah coba 2x tapi sama saja hasilnya, kira2 ada yang bisa bantu ?

    • Nadiar AS December 16, 2014, 11:01 pm

      Soalnya banyak yang fraud dari Indonesia.

      • dani December 19, 2014, 8:02 am

        lalu solusi nya gmn supaya pendaftaran kita bisa diterima oleh DO ? atau mungkin ada alternatif lain yg recommended selain DO ?

  • bambang October 24, 2014, 11:07 pm

    kalo sy pikir dijitakocean itu jelek mas.
    supportnya aja lambat banget
    udah bayar mau create droplet aja harus verified member dulu, padahal prosesnya lama soalnya supportnya memang super lambat buangettt

    ada harga memang ada kualitas, akhirnya saya dispute di paypal aja

    • Nadiar AS October 31, 2014, 8:37 pm

      Saya kira mas keliru, Digital Occean memang lebih ketat sekarang ke customer Indonesia. Saya kira karena terlalu banyak fraud. Untuk performa sendiri, saya sangat puas.

  • riyanto August 8, 2014, 2:27 pm

    jos tenan ini juragan Nadiar, lengkapi terus tutorialnya mas, lebih jos lagi rangkum dalam satu ebook, jual, mau dah sy beli asal harga wajar, qqqqqq
    lbh jos lagi ada video, walau bagaimana pun ada sebagian orang yg suka belajar via video
    mksh

  • purnomo August 8, 2014, 4:10 am

    makasih tips DO nya. saya skrg jg proses mbeli DO

  • Joel Tumampi July 13, 2014, 11:20 pm

    Wah.. kalau saya masih gunain vps buat ssh tunneling. kalo buat blog masih belum ada pemasukan untuk menegganti billnya. trus denger2 maksimal droplet itu 5 ya? kalau mau buat lagi, apa harus akun baru atau gimana?

    • Nadiar AS July 16, 2014, 2:09 am

      Iya, setiap akun hanya boleh memiliki maksmal 5 droplet.

  • Amri July 7, 2014, 6:30 pm

    Nggak cuma artikelnya yang bermanfaat, saya baca-baca sampai komentarnya pun bermanfaat.

  • Arief May 21, 2014, 8:42 pm

    Gan mau tanya nih, pas mau bayar itu paypal nya harus terverifikasi kah ??

    • Nadiar AS May 21, 2014, 11:19 pm

      Sepertinya bisa memakai paypal yang belum terverifikasi juga. Tetapi saran saya pakai paypal yang terverifikasi. Nanti bisa ribet kedepannya.

  • Venantius May 7, 2014, 5:31 pm

    Oh iya, soal network tidak selalu lho yg yang lokasinya jauh-jauh (US atau bahkan Eropa) itu susah/lambat diakses dari indonesia. Umumnya server di US atau Eropa jauh lebih murah daripada di Indonesia atau Singapore. Dan perlu diketahui juga US atau Eropa lebih universal dengan geografis visitor.

    Di Indonesia sendiri berdasarkan statistik service provider rumahan, pengguna terbanyak adalah datang dari isp telkom (speedy, telkomsel, flexy, dst), indosat, sisanya dari fastnet dan internet via seluler lainnya.

    Hampir semuanya memiliki direct peering (tier network) ke tata, pcww dan tinet. Jadi kalau server dari provider yg kita gunakan juga punya direct peering yg sama, tentu route akan jauh lebih pendek.

    Untuk provider vps/dedicated yg ngasih harga murah dengan bandwidth yg besar (> 1TB/bln), biasanya nggak punya direct peering dgn tier network kelas atas. Peeringnya biasanya ke cogent, level3, he, dll untuk menekan harga jual…

    Tentu saja aksesnya dari indonesia akan lebih lambat, karena latency lebih besar. Makanya nggak heran juga dari indonesia ke eropa latency bisa diatas 300 ms karena routenya sangat panjang, setelah melewati sg selanjutnya akan melewati usa westcoast, middle us dan eastcoast us untuk sampai ke eropa.

    Tetapi apabila provider tersebut punya direct access dengan tier tertentu, maka biasanya route lebih pendek, ke westcoast usa pun hanya 9 hop. Ke eropa pun tidak melewati usa lagi tetapi melalui daratan asia, jadi bisa didapat latency yang sampai 100 ms lebih rendah.

    Untuk datacenter di us salah satunya yang memiliki akses terbaik ke asia (asian optimized network), termasuk indonesia adalah quadranet, tetapi tidak dengan provider yg menggunakan quadranet network melalui colocrossing.

    • Nadiar AS May 7, 2014, 6:11 pm

      Tetapi tetap kan akan lebih cepat akses ke Asia untuk visitor lokal. Memang jadi dilema untuk lokasi kita/Asia, latensinya kecil, tetapi harganya lebih mahal. Nah ini juga alasan kenapa saya suka dengan DigitalOcean, karena mereka berani memberikan harga yang sama untuk server Singapore.

      Iya, saya setuju. Paling tidak saya selalu memakai lokasi west-cost jika memakai provider luar. Btw saya juga pakai colocrossing kok, bagus dan latency-nya tidak jahat juga. hehe..

      Sedikit pengalaman dan OOT, saya sudah pakai setidaknya 3x provider hosting lokal. Masalah yang selalu saya hadapi sealu sama, bandwidth internasional dan supportnya yang kurang — lama membalas tiket, kalaupun menjawab kurang bisa membantu masalah. Sepertinya tim support tersebut tidak menguasai apa yang mereka hadapi. Iya, karena kebanyakan mungkin client mereka hanya menghost web profile perusahaan, yang relatif mudah. Sedangkan saya, dulu bertanya tentang wordpress dll.

      Tahun kemarin, 2013, saya kebetulan dapat informasi open beta CloudKilat, saya coba, kebetulan gratis. Saya dikasih gratis VM mereka selama 4 bulan (paket apa saja), saya coba ini itu, tanya ini itu, saya bilang “Jarang sekali ada provider lokal yang responsif dan mengerti apa yang kita tanyakan”. Dan masalah klasik tentang bandwidth internasional akhirnya terputus di CloudKilat.

      Btw alasan juga kenapa saya pakai lokal, selain tentunya akses IIX/OpenIXP-nya. Saya ingin provider lokal yang punya niat ngasih harga murah dan kualitas, untuk terus berkembang. Saya berharap banget kalau industri hosting/isp/internet di kita bisa maju. Ya salah satunya saya lakukan dengan kontribusi kecil saya ini.

      Kamu sepertinya mengerti sekali tentang peering, saya dapet informasi baru. Saya tanya dong, NTT itu peering nya menurut kamu gimana??

      • Venantius May 8, 2014, 4:01 pm

        ntt sepertinya tidak punya pop/carrier sebanyak tata atau level3. Saya pengguna isp dari telkom (pakai speedy), telkom menggunakan carrier dari tata, ntt, telia, cogent, level3, tinet, telecom italia, dan china unicom. Umumnya apabila carrier yang dilewati menggunakan level3, ntt atau cogent biasanya routenya (jumlah hop) lebih panjang/banyak sehingga latencynya juga biasanya lebih besar.

        Kalau saya membeli vps/ds (lokasi us atau eropa) biasanya saya melakukan test ip dengan melihat route yg dilalui dan besar latencynya. Saya lebih prefer kalau provider tersebut memiliki carrier dari tinet atau tata.

  • Venatius May 6, 2014, 1:52 am

    Boleh tahu, berapa kira-kira traffic per jam dari websitenya yang dihosting dengan vps dari digitalocean atau ramnode?

    Memang kedua provider tersebut saya pun menggunakannya, namun bukan untuk menghostkan blog/website.

    Kalau saya boleh kasih pengalaman sedikit:
    Kebetulan beberapa waktu lalu saya mendapatkan email dari seseorang setelah mungkin membaca beberapa artikel tentang vps di blog saya. Dia bercerita kalau salah satu websitenya yang dihostingkan di vps (servermania, openvz ram 4gb) disuspend karena terlalu banyak menggunakan resource, tanpa ada penjelasan lebih detil mengenai alasan suspensi akun vpsnya. Sebelumnya dia menggunakan jasa pihak ketiga untuk menginstalkan di vps tersebut (katanya sih diminta $15)

    Lalu dia menanyakan kepada saya, apakah saya bisa membantu untuk menginstalkan webserver di vps barunya (digitalocean – seharga $40/mo – singapore). Memang sih saya juga tidak bertanya lebih lanjut mengenai detil websitenya (menggunakan platform wordpress).

    Lalu saya bilang: “Ok mas, bisa koq, soal ongkosnya ya terserah mas saja”, kebetulan memang waktu itu saya juga lagi santai.

    Setelah saya selesai melakukan instalasi webserver untuk vpsnya (Nginx, PHP-FPM, MySql, Postfix, Dovecot, Roundcube), selanjutnya saya merestore databackup yang tersimpan di vaultpress.

    Sampai disini website di vps yang baru saya installkan belum saya onlinekan/publish. Sebab saya mensetting vps agar hanya menerima alamat ip dari koneksi yang saya gunakan dan yg teman saya ini gunakan (kebetulan sama-sama pakai speedy). Hal ini dimaksudkan supaya dia bisa cek terlebih dahulu, apakah ada hal-hal yang kurang dari wordpressnya

    Lalu dia bilang: “sudah ok, tidak ada yang error”,

    Kemudian selanjutnya, saya buka blokiran agar websitenya bisa diakses untuk umum. Memang sampai disini, vps tersebut masih saya monitor, karena memang biasanya saya melakukan tuning/optimasi vps dalam keadaan live.

    Dalam waktu beberapa menit setelah websiteny di publish, saya pun kaget, load average dari vpsnya langsung melonjak ke 15. Dari perintah “top” terlihat bahwa %us mencapai 98.9% untuk parameter lainnya sih dalam kondisi normal. Penggunaan ram pun normal, hanya sekitar 1 GB dari 4 GB. Memang dengan kondisi tersebut website jadi sangat berat untuk diakses.

    Saya kemudian cek netstat, dan memang sangat banyak sekali alamat ip yang masuk. Selanjutnya saya cek log php-fpm, dan banyak error 503 (yg artinya php-fpm sudah tidak dapat menghandle lagi), kemudian saya atur kembali settingan child process di konfigurasi php-fpm, error 503 sedikit berkurang, namun load average bertambah naik sampai 18.

    Saya khawatir dengan keadaan ini, takutnya vps yang baru saya settingkan ini terkena suspend lagi. Akhirnya saya bilang ke teman saya ini, kalau sepertinya butuh vps dengan jumlah core cpu yang lebih banyak atau berpindah ke dedicated server (karena saya tahu dengan kondisi yang seperti itu menggunakan dedicated server akan lebih baik). Saya jelaskan begini dan begitu secara detil.

    Lalu dia bilang: “Mas, coba dulu upgrade droplet yang di digital ocean ke 4 core” (Waktu saya cek harganya woooww…! $80 USD. Tapi karena saya sudah yakin hasilnya kurang lebih bakalan sama, saya tetap meyakinkan berpindah ke dedicated.

    Saya bilang: “Mas, daripada upgrade droplet di DO, dengan uang segitu mas bisa dapat dedicated server kelas budget, mungkin di sekitaran $50 an. Tidak perlu cari ram yang besar, 8 GB saja sudah lebih dari cukup. Yang penting cpunya mas.. Oh iya, memang rata-rata UV per jamnya berapa sih mas, dalam rentang waktu 30 hari ini?”

    Lalu dia bilang: “Dicoba dulu saja ya mas, upgrade droplet, sambil saya lihat-lihat harga dedicated server. Visitor website saya per jamnya itu stabil di sekitaran 2500 UV”

    Saya bilang: “Oh.. pantesan… kirain saya itu karena bot (dan memang pas dicek lebih lanjut ip di access log, kebanyakan ip indonesia, ip dari koneksi provider rumahan/residential). Ok mas, nggak apa kalau mau coba upgrade dropletnya”

    Dan memang setelah droplet diupgrade, tidak ada perubahan yang signifikan. Saya pun memang tidak menganjurkan penggunaan plugin semacam W3 Total Cache atau sejenisnya untuk wordpressnya dengan beberapa alasan yang saya jelaskan. Salah satunya dengan alasan bahwa untuk menentukan kondisi maksimal kekuatan dari sebuah vps/server yang sebenarnya.

    Sebab dengan berpindah website ke server/vps lain, maka performa dari vps/server yang baru tentu paling tidak harus 2x lebih kuat dari yang sebelumnya, hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu sering berpindah vps, tentu menghemat waktu dan uang, apabila perencanaannya baik. Bukankah kita menginginkan sebuah website yg kita miliki terus berkembang (mendatangkan visitor lebih banyak lagi dari yang sekarang)?

    Kecuali website yang kita bangun hanya sekedar untuk mengisi waktu luang saja, maka hal tersebut bukanlah syarat mutlak.

    Akhirnya dia pun bilang lagi ke saya: “Bener mas, pindah ke dedicated saja, saya lihat di provider X ada dedicated dengan spesifikasi cpu xeon e3 1245, ram 32 gb… harganya xx usd”

    Lalu saya jawab: “Hmm sepertinya itu terlalu besar mas, dedicated yg agak lawas pun cukup mas, misalnya L5420, ram 8gb… biasanya lebih murah mas, saya perkirakan kedepannya apabila websitenya mas memiliki visitor 2-3 kali dari yang sekarang itu pun masih bisa. Mas bisa cek harganya di provider x, y, z…. kurang lebih sama, dan supportnya pun ok (krn saya biasa lurking di LEB).”

    Lalu dia bilang: “Nggak apa mas, harganya nggak jauh beda dari vps di digital ocean yg paling tinggi, jadi worth it lah mas”

    Lalu saya jawab lagi: “Ya sudah kalau mas mau yang itu, silahkan saja. Memang provider yang mas bilang, saya pun menggunakannya, namun spesifikasi dedicated yang saya punya jauh lebih kecil, karena untuk keperluan backup data saja. Dalam 17 bulan lebih ini network downtime hanya dua kali saja, totalnya tidak sampai 20 menit”

    Dia bilang lagi: “Wah bagus banget mas jarang down! Saya sudah checkout mas, nanti kalau sudah ada emailnya saya beritahunkan ip dan root-nya. Mudah-mudahan nggak keburu disuspend juga yang di digital ocean”

    Keesokan harinya dedicated server yang dibelinya sudah aktif, lalu saya instal dan setting. Setelah domain sudah diarahkan ke dedicated server ini. Selanjutnya saya lakukan monitoring lagi, dalam waktu beberapa jam domain sepertinya sudah terpropagasi sempurna (dilihat dari perintah netstat bahwa banyak ip yang masuk, dan vps yg di digital ocean sudah tidak terlihat aktivitas lagi).

    Dalam waktu kurang lebih 8 jam selanjutnya, saya lihat load average hanya berkisar antara 0.80 sampai 1.20, tidak ada lagi error 503 di php-fpm. Sambil saya lakukan beberapa tuning (php,mysql, etc) sampai dapat konfigurasi yang pas. Dan hasil akhir yang didapat adalah load average cukup stabil hanya di kisaran 0.5 dengan peak di kisaran 1. Penggunaan memory meningkat dari yang biasanya di kisaran 1 GB, ke kisaran 2 GB (hal ini wajar karena tuning disesuaikan dengan kapasitas ram, walau banyak ram yang masih tidak terpakai).

    Saya memperkirakan di server baru ini bisa menghandle jumlah UV hingga 5-7 kali lebih banyak dari yang sekarang tanpa harus menyebabkan load server yang tinggi yang memperlambat website diakses.

    Dari sini saya bisa menyimpulkan bahwa:
    Hal yang membebani server untuk website berbasis wordpress (dan mungkin jenis cms lain yang pakai php) adalah cpu usage, dimana berkaitan dengan jumlah visitor dalam waktu yg sama.
    Optimasi untuk php lebih sulit ketimbang optimasi mysql, walapun bisa diakselarasikan dengan php accelerator (berfungsi untuk mencache bytecode dari php ke memori, bukan mencache dalam bentuk html/static). Walaupun demikian tetap masih diperlukan proses cpu untuk parsing-nya.
    Performa vps di digital ocean, terutama yang $40 keatas, kalah jauh dengan budget dedicated server dengan kisaran harga yang sama. Dalam hal ini apabila digunakan untuk real benchmarking (hosting website seperti wordpress dan sejenisnya dengan real visitor yang banyak per detiknya).
    Performa cpu dari vps di digital ocean kemampuannya mungkin 10 kali lebih rendah (ingat wordpress yg sebelumnya memakai vps DO, cpu usage 99.8%us load sampai 18, pindah ke dedicated cpu usage hanya 4-8%us, load average pun jarang menyentuh 1 dalam waktu yang lama).
    Mungkin kebanyakan vps cuma menang di kecepatan disk I/O saja karena biasanya pakai ssd (16 atau lebih ssd dalam konfigurasi hw raid 10).
    dd benchmark 500 MB/s atau diatasnya nggak bakalan kepake buat webhosting (di leb/wht pun banyak yg berpendapat sama dengan saya). Soft raid hdd pun sudah cukup, tidak menyebabkan i/o wait yang tinggi apabila server dikonfigurasi dengan baik. Atau dedicated server dengan single hdd sata, saya rasa pun masih cukup buat handling wordpress dengan 3K UV.

    Wah panjang juga ya… sekian pengalaman saya mudah-mudahan bisa berguna. Nggak semua provider vps memberikan dedicated cpu core (bisa baca di artikel saya). Pengen abuse resource? Lebih baik pakai dedicated server ketimbang pake vps yg harganya gila….

    • Nadiar AS May 6, 2014, 1:58 pm

      Harusnya saya bikin post ini, ini komentar paling panjang yang saya terima. :))

      Jadi gini, sebenarnya kenapa saya tulis DO, untuk mayoritas blogger, mendapatkan visitor UV 2500 per jam adalah hal yang sangat berat. Tidak semua blogger bisa melakukan tersebut, bahkan saya juga masih belum tembus seperti itu. Tetapi, jika diukur dari ROI (return of investment), harga DO jauh lebih baik untuk investasi hingga nantinya memerlukan server yang benar-benar handal. Bahkan untuk ukuran Dedicated-pun saya baru menemukan yang paling murah itu Atom, sekitar 20 USD, dan yang saya tidak suka adalah lokasinya yang selalu buruk untuk diakses dari Asia, menambah CDN pasti bengkak lagi biayanya. Jujur saja, saya sangat mengutamakan kecepatan akses. So, saya selalu memilih server yang bagus peeringnya ke Asia.

      Saya kira 2500 itu hal yang kecil, saya yakin kamu tahu metode optimasi seperti memakai varnish atau apache-nginx, metode itu bisa membantu dan memaksimalkan memory yang kosong kan. Beban CPU bisa lebih rendah lagi. Terlebih bisa dimaksimalkan dengan load-balancer, saya selalu memisah antara webserver, MySQL dan email untuk website yang cukup ramai.

      Poin lainnya lagi, saya kurang suka dengan dedicated, saya lebih suka dengan scalabilitas yang mudah. Untuk itu saya selalu mencari VPS Cloud. Membayar untuk apa yang kita pakai tentu investasi yang efesien, dan lagi seperti yang saya bilang, jika dari awal sudah memakai dedicated, tentunya bukan investasi yang bijak. Pertanyaan saya, kenapa mas tidak menyarankan memakai Amazon EC2 atau Google compute engine, kita kan bisa bebas memilih apa yang kurang. Jika kasusnya seperti mas di atas, kita bisa memilih resource yang CPU nya lebih besar..

      Oh ya, say punya client, dia memakai Linode 2GB, dan page views per harinya bisa mencapai 150k. Untuk jam-jam tertentu, UV per jamnya sekitar ~4000. Mesinnya Wordpress, dan kontennya tulisan dan gambar. Saya optimasinya pakai Nginx fastcgi cache. Tidak ada masalah selama ini.

      Ada satu lagi yang UV nya sekitar 400k per hari. Dia memakai private Cloud IBM softlayer, cost-nya sekitar 100 USD/bulan. Websitenya php, tetapi bukan wordpress.

      Nah, pertanyaan lagi. Saya ingin tahu seperti apa jelasnya website yang kamu maksud kan, ini penting untuk melihat pemakaian plugin dan konten seperti apa. Saya curiga kontennya bukan tulisan atau memang memakai plugin yang berat.

      Kebetulan untuk RamNode dan DigitalOcean, tentu UV per jamnya belum sampai segitu. Tetapi saya memilih mereka karena mereka pasti lebih baik dari Shared, tetapi harganya tidak jauh berbeda kan.

      CMIIW.

      • Venantius May 7, 2014, 4:51 pm

        Ya sekilas mungkin seperti artikel, tapi belum bisa dibilang berbentuk artikel/postingan, karena tulisan diatas hanyalah sharing pengalaman saja.

        Iya memang untuk mendapatkan visitor sebesar itu pun saya nggak tahu ilmunya seperti apa. Itu kebetulan saya hanya dimintakan untuk menghandle/mengelola bagian servernya saja (untuk soal seo ya saya tidak tau menau hehe..).

        Soal harga sewa vps $40/bln di DO itu menurut saya memang bukan peruntukkannya apabila digunakan untuk website yg saya ceritakan diatas. Ya memang secara kualitas DO itu sudah ok menurut saya, juga fitur-fitur yang diberikan. $40 itu udah dapat koq dedicated yang performa cpunya jauh lebih baik.

        Sebelumnya sudah sedikit dijelaskan, websitenya ini “cpu bound” (kalau kata istilah gamers). Databasenya belum sampai 100 MB koq. Plugin aktif di wordpressnya: akismet, broken link checker, copyrightpro, disquss comment, fb pop, google analytic, google badge, nofollow, admin post count, regenerate thumbnail, remove title attrib, user role, vaultpress, backup to dropbox, wp seo, smushit.

        Nah berhubung saya hanya dimintakan untuk install dan setting servernya saja, tentu saya nggak memberikan saran apapun terkait soal plugin yang digunakan. Untuk konten, isinya berupa artikel dengan bidang kedokteran secara spesifik. Layoutnya seperti sebuah majalah, hanya ada sebuah gambar/thumbnail saja di awal.

        Soal cpu yang tinggi? Wajar koq, wordpress itu cms yang boleh dibilang bloated, lagi pula memang script php tidak mudah dicache seperti script html (file statis). Sebab accelerator php seperti zend opcache, xcache, eaccel, dsb bekerja dengan mencache dalam bentuk opcode dari sebuah file php, yang fungsi utamanya hanya untuk mengurangi excess computing/overhead dari setiap request yang selanjutnya akan disimpan di ram.

        Beda lho antara cache dari script php kedalam bytecode dengan cache script php menjadi file statis (seperti yg dilakukan oleh plugin w3tc). Cache dalam bytecode tetap masih harus diproses oleh cpu untuk selanjutnya bisa ditampilkan menjadi halaman html.

        Varnish/cache tidak banyak membantu dalam computing php.

        Intinya sih untuk menentukan spesifikasi server yang pas, kita harus mengetahui juga hal apa yang akan dilayani oleh sebuah server tersebut (karakteristik dari aplikasi yang akan dihostingkan). Apakah lebih condong ke processing cpu, ke memory/ram, ke storage, atau ke networknya (bandwidth). VPS secara generik itu peruntukkannya lebih umum ke memory dan disk i/o (kalau vps dengan node ssd).

        Oleh karena itu saya bilang $40 untuk sebuah vps seperti di DO itu buang-buang biaya.

        Tentu kalau saya membutuhkan aplikasi yg melookup database dalam ukuran gigaan, atau yg memerlukan read/write data ke disk secara intensif pasti saya pilih DO, karena dedicated seharga $40, untuk storagenya ga bakalan bisa sekencang vps di DO (yg menggunakan raid ssd).

        Nah kalau saya diminta untuk mensettingkan website statis (html) untuk menghandle 10k visitor per jam, mungkin saya akan menyarankan untuk membeli server/vps dengan cpu sekelas atom n2800 saja, 8gb ram dan gigabit port (kalau ada hehe..).

  • Rheza April 8, 2014, 3:14 pm

    gan, cara daftar vps di digital ocean bisa secara gratis gak

    • Nadiar AS April 9, 2014, 5:55 pm

      Untuk daftar di DigitalOcean memang gratis, tetapi untuk deploy VPS nya tidak :)

  • Rahmat March 19, 2014, 11:59 am

    woa… ini yang saya cari2.. saya stress sm pelayanan shared host nya idhostinger. ngdown terus.. seo ambleg, pendapatan melayang, bayar terus… hiks. hiks.. saya coba SSD sloud servernya.. trims mas nadiar. kpn2 kl bngung tny di sini blh ya…

    • Venantius May 6, 2014, 2:09 am

      Iya lah.. kalau punya website yang serius (buat bisnis, buat adsense/untuk mendapatkan penghasilan dari trafic visitor) jangan pernah pakai shared hosting. Begitu juga untuk website yg high traffic, jangan pernah pakai vps, sebab bagaimanapun juga, vps nggak jauh beda dengan shared hosting.

      Resource terutama cpu dan disk (juga network bandwidth) di vps itu adalah shared sama seperti shared hosting, hanya saja di vps limitnya lebih tinggi. Sebab dengan spesifikasi node yang sama, jumlah user di shared hosting lebih banyak, bisa ribuan user, sedangkan di vps mungkin hanya puluhan (20 atau 30 vps). Oleh karena itu pakai cpu usage terus menerus di vps secara konstan juga rawan kena suspend, apapun itu tipe vpsnya (openvz, kvm, xen, dst). Kecuali provider vps menyebutkan bahwa semua resource pada vps adalah dedicate (ada koq.. tapi harganya pun ya mahal…)

      Di dedicated server saja untuk network bandwidth adalah shared, dari kapasitas sekian puluh Gbps dari perangkat routernya dibagi dengan beberapa server dalam rack. Satu rack mungkin isinya bisa banyak dedicated juga. Kalau dedicated port bandwidth 1 gbps itu mungkin bisa kena $1000 bahkan lebih. Gimana kalau di vps? Ya dari yang shared itu kebagi-bagi lagi ke vps lain dari 1 node yang sama.

  • Ben February 12, 2014, 7:29 am

    Bro Nadiar, server sg sudah ada semalam ada emailnya, apakah lebih cepat dari SF?

    • Nadiar AS February 13, 2014, 12:07 am

      Yup, lebih cepet dari SF, malahan kayak lokal/IIX.

      Deadline tutorial VPS saya semakin mepet nih. Udah beres nulis konten buat blog lain, Saya rencananya bikin tutorial sekalian sama ebooknya.

  • Justin Samuel December 17, 2013, 6:35 am

    Hi. ServerPilot adalah cPanel gratis yang mudah diinstal pada DigitalOcean.

    http://serverpilot.io/

    • Ben February 12, 2014, 7:28 am

      Thanks Justin. I have used, and have a great experience with the service.

      • Justin Samuel February 13, 2014, 12:13 am

        Hi Ben. That’s great. I’m glad you’re liking ServerPilot so far. We’ve got a lot of great features planned for the next couple of years, so hopefully you’ll just keep liking it more and more.

  • Erlangga AP December 1, 2013, 3:09 pm

    Menarik sekali tulisan mengenai VPS DigitalOcean. Abis baca blog ini saya langsung coba mindahin 1 domain dari hostgator ke DigitalOcean + nyobain CloudFlare gara-gara penasaran. Sya masih agak bingung mengenai cara multiple wordpress dalam 1 droplet nya, ada masukan ?

    • Nadiar AS December 1, 2013, 7:10 pm

      sama, hanya saja virtualhostnya ditambah lagi.

  • Ben November 30, 2013, 10:57 am

    btw brot, sanfransisco jaraknya dari indonesia 14rb km, kalo amsterdam 11rb km. Dan setau saya kalo naik pesawat ke amrik 24 jam, ke europe ngga nyampe segitu kira2 17 jam ke berlin. Apakah ada pertimbangan lain memilih sanfransisco

    • Nadiar AS November 30, 2013, 11:15 am

      Coba ping ke san fansisco dan ke amsterdam. lihat TTL dan time, TTL dan time ke san fransisco lebih bagus.

      Untuk TTL, cara membacanya gini, misal kita mendapat TTL = 50. Untuk linux, 255 – 50 – 192 = 13. Artinya kita melewati 13 router untuk menuju server yang di ping. Time = berapa lama paket diterima dan kembali lagi ke komputer kita.

  • anda November 18, 2013, 10:54 pm

    Btw kalo install vps tanpa cpanel, kalo pindahan hosting caranya gmana mas?? maklum belum pernah nyobain vps unmanaged biasanya pake shared hosting. thanks

    • Nadiar AS November 18, 2013, 11:21 pm

      Tunggu saja, tulisan saya mengenai pertanyaan itu masih di draft. Gampang kok.

  • kris aji November 5, 2013, 3:36 pm

    saya tunggu atikel berikutnya,jd penasaran

  • caratik October 27, 2013, 7:32 am

    Opss gan ni ada kode promo di isi apa ya??

    • Nadiar AS October 28, 2013, 9:27 am

      coba tanya ke twitter mereka langsung, @digitalocean

  • caratik October 27, 2013, 7:30 am

    bentar gan ane masih daftar di digital ocean sesuai yang agan balas via email :D

  • Lukas October 20, 2013, 5:53 am

    Gan, kalo Paypal ane belum verified bisa buat bayar Digital Ocean ga? :v

    • Nadiar AS October 21, 2013, 9:46 am

      Coba saja, tidak ada salahnnya kan mencoba.

      • caratik October 27, 2013, 6:52 am

        mas nadiar bisa kasih ymnya ga, ane mau order VPS dan mita tolong di install wp ane mas. ymnya kirim ke email ane ya please , :D tar ane oder via reff agan , swer d tunggu balasannya mas

        • Nadiar AS October 27, 2013, 7:24 am

          Sip. sudah saya balas lewat email.

  • D2 October 16, 2013, 8:55 am

    Iy ni blog ente cpt bgt load. Fastest ever. Klo beliin lewat ente bsa ga gan?sxan setting

    • Nadiar AS October 17, 2013, 8:18 am

      Wah, gak bisa. Sayang sekali.

  • Jamal October 8, 2013, 7:53 pm

    Wah mantap sekali ini tutorialnya.
    Saya nunggu tutorial install WP di Ocean ini.

    Soalnya saya sendiri juga pakai VPS tapi dengan RAM 2GB. Harganya lumayan lah $7 dengan fitur pure SSD. Sayangnya saya pakai control panel kloxo. Pasti mas tahu lah. Hehe…

    Jadi nunggu instal WP tanpa kloxo. Apa-apa saja stepnya. Sebelumnya thanks :v

    • Nadiar AS October 8, 2013, 8:08 pm

      Pasti dari LEB?? Saya juga dulu pakai yang murah dari sana.

      Saya pernha pakai kloxo, cuman sayang, resource jadi terbuang buat control panel. Jadi saya belajar install tanpa control panel. Mudah kok, jangan lupa subscribe, nanti tulisan saya dikirim lewat email.

  • caratik October 6, 2013, 11:35 pm

    Ane tunggu mas tutorial berikutnya tentang VPS, ane udah terapkan juga tentang tutorial plugin w3 total chace hasilnya mantap!!, skor naik drastis yang sebelumnya 76/100 jadi 91/100. sip dah!! sukses buat mas nadiar :)

    • Nadiar AS October 6, 2013, 11:50 pm

      :)

      Senang bisa membantu. Jangan lupa share dan subcribe juga. Nanti saya kasih tau lewat email kalau sudah ada.

      • caratik October 6, 2013, 11:57 pm

        sip!! mas, ane juga share di forum , masalah subcribe kan udah begitu ada pemberitahuan via email langsung komen dah!, ane termasuk pembaca setia ngeblog.co akhir-akhir ini. cocok buat blogger yg make platform WP self host :)

        • Nadiar AS October 6, 2013, 11:59 pm

          Wah terimakasih banyak. Saya senang sekali. Nanti pembaca seperti kamu bisa dapet hadiah lho. Tunggu tanggal mainnya.

          • caratik October 7, 2013, 12:10 am

            wallah …. pembaca aja ko pake hadiah segala mas??, makasih sebelomnya, syukur-syukur dapat hadiah honda jazz , :) ngarep.

            Tapi emank bener lo, tutorial di sini tepat n cocok banget untuk blogger yang berbasis WP self host. Pas tau posting di mari //arsip.pabelog.com/cara-setting-plugin-w3-total-cache/ ane terapkan di blog wp, langsung mak nyos hasilnya.

            sejak itu sering berkunjung ke sini :)

  • yandi October 6, 2013, 4:20 pm

    Gan. 1 VPS itu bisa nampung lebih dari 1 domain ya? kalo bisa, resource terkecil digitalocean itu bisa nampung berapa domain ya?

    • Nadiar AS October 6, 2013, 11:16 pm

      tergantung setiap domain ngehabisin berapa resource, saya kira jika blg wp baru, resourcenya masih kecil. 2-10 saya yakin bisa.

      • caratik October 6, 2013, 11:22 pm

        mas nadiar, ane mo nanyak lagi nih, apakah menggunakan VPS digitalocean 5 usd untuk blog WP, apakah bisa menggunakan Cpanel?? mohon balasan mas

        • Nadiar AS October 6, 2013, 11:25 pm

          Oke, banyak juga ga apa2 nanya-nya.
          cPanel itu punya lisensi lagi, sekitar 15 USD per bulan. Resource yang diperlukan cPanel adalah 512MB ram, kalau kita pasang cPanel di 512MB dipastikan blog kita akan lebih lambat.

          Saya memakai DO, tetapi tidak memakai cPanel. Saya install blog, dll melalui command. Tidak melalui UI seperti cPanel. Jika mau, saya bisa bantu install di blog wp di VPS, gratiss. :)

          • caratik October 6, 2013, 11:28 pm

            Tunggu awal bulan aja mas ane harap bisa di bantu, coz pake shared host sering ngadat.

          • Nadiar AS October 6, 2013, 11:30 pm

            Sip. Semoga project turorial VPS saya juga cepet2 beres. :))
            Saya tunggu kabarnya.

  • fendri October 6, 2013, 1:19 am

    Kalau cara mindahin website wordpres dari shared hosting ke vps digitalocean gimana mas?

    • Nadiar AS October 6, 2013, 9:46 am

      Nanti akan saya buatkan tutorialnya. Pastikan subscribe email, jadi nanti saya kasih tau lewat email kalau sudah ada.

  • vachzar September 29, 2013, 8:23 pm

    wah, sip, ditunggu yang untuk instalasi wordpress.
    dan juga untuk utak-atik VPS lebih dalam :D

  • cartik September 14, 2013, 11:35 pm

    tertarik banget gan mau pindah pake VPS, mo nanya juga gan apa kelebihan make vps jika dibandingkan shared hosting??

  • Anshar August 30, 2013, 1:33 am

    Ada kelanjutan tulisan ini? Saya tertarik mengetahui cara menginstal wordpress di vps ini, kebetulan rencana mau pindah ke vps.

    • Nadiar AS September 3, 2013, 12:58 pm

      Ada, saya pastikan ada.

      Sebelum saya menerbitkan tulisan, apalagi tutorial. Sebisa mungkin apa yang saya tulis seakurat mungkin dan mudah dimengerti siapa saja. Oleh karena itu, saya memerlukan waktu yang cukup banyak untuk menerbitkan tulisan seperti ini, karena saya sendiri selalu melakukan pengujian.

      Tetapi, saya pastikan tidak akan lama lagi kok.

      • Anshar October 18, 2013, 10:41 pm

        Saya sudah daftar digitalocean, agak bingung juga pakenya. Di digitalocean ada fitur one click install wordpress for ubuntu. Artinya kita dpt server yg otomatis terinstal wordpress di dalamnya. Pertanyaan saya, apakah mas juga pake fitur ini atau mas instal satu persatu server, mysql, phpmyadmin, dll.

        Apakah aman menggunakan fitur tsb? kalo seandainya suatu saat web kita kena hack, apa yg mesti dilakukan? karna ini bukan cpanel jadi backup datanya agak susah.

        • Nadiar AS October 19, 2013, 6:03 am

          Saya belum mencobanya, saya membangun WordPress di VPS dari 0. Saya install sendiri2, pertama webserver, kedua database, ketiga php, dsb.

          Saya melakukan backup otomatis, synx ke dropbox langsung.

          Gampangnya untuk backup, kita bisa manual melalui FTP atau PHPmyadmin untuk Database.

  • ahmad August 21, 2013, 12:54 pm

    Tanya Gan saya sdh ikuti step by step sbagaimana yg sdh di jlskan. namun mentok pada saat buka Putty dengan user name: root, namun pas diminta masukin passwprd.. keyboard ga fungsi pake klik kanan paste (CTRL+V) juga ga bs.. gimana solusinya gan

    • Nadiar AS August 21, 2013, 1:38 pm

      Jangan lupa periksa email, mereka mengirimkan password ke email.

      biasanya seperti ini

      IP Address: xxx.241.221.xxx
      Username: root
      Password: xxpdqaxdsnck

      Nah, kamu tinggal copy paste aka password tersebut. Caranya, hanya tinggal copy password, lalu klik kanan pada terminal. Memang, password kelihatanny tidak ada. Setelah klik kanan, kamu tinggal tekan tombol enter aja.

  • Herman August 14, 2013, 3:44 pm

    cara perpanjangan gimana gan untuk VPS dari digitalocean ini??

    • Nadiar AS August 15, 2013, 3:55 am

      Mudah,

      Login ke DigitalOcean, pilih Biling > update droplets > masukan berapa nominal yang mau di deposit > bayar lewat Paypal atau CC.

      • choirul noor ihsan November 28, 2013, 12:33 pm

        anda mungkin beranggapan keybord anda tidak berfungsi
        keybord anda berfung sangat normal, cuma saja memang pass nya tidak terlihat….
        jadi ketikan saja pass nya lalu enter
        pasti bisa
        semoga berhasil :D