≡ Menu
Pabelog

Tips Memilih Penyedia Layanan Hosting Terbaik untuk Blog Kita

in Hosting

Memilih hosting terbaik untuk blog yang kita kelola bukanlah sebuah taruhan. Mengetikan keyword “hosting terbaik” di google hanya memunculkan website spam yang berisi link afiliasi hosting tersebut.

Sering saya lihat yang mereka tulis adalah review palsu, hanya membagus-baguskan tanpa mencobanya. Padahal melakukan review sebuah web hosting bukanlah hal yang sekali pandang.

Katakanlah seorang review-er membeli produk tersebut, perlu sekian waktu untuk menentukan bahwa hosting itu bagus atau jelek.

Di ngeblog.co, saya hanya mrekomendasikan produk yang benar-benar sudah saya coba dan saya sangat puas memakainya.

Ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk memilih hosting mana yang tepat untuk blog kita. Tips ini berdasarkan pengalaman saya mencoba berbagai jenis webhosting.

Memilih Penyedia Layanan Hosting Terbaik

Memilih Penyedia Layanan Hosting Terbaik

Kenapa Memilih Webhosting Terbaik?

Saya yakin website/blog yang akan kamu kelola bukanlah website/blog untuk jangka pendek. Kamu pasti memiliki goal ingin seperti apa nantinya.

Untuk menunjang itu, kita tidak bisa memilih hosting sembarangan. Hosting yang tepat akan membuat pencapaian target lebih lancar.

Saya selalu memegang quote “Masalah itu datang di waktu yang tepat”, oleh karena itu pastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik dari awal. Tentunya kamu tidak ingin website/blog kamu offline ketika sedang ramai-ramainya bukan?

Tips Memilih Layanan Hosting

Saya akan menunjukan tiga tips untuk memilih hosting mana yang tepat untuk blog/website yang kamu kelola. Cara ini adalah cara yang saya lakukan jauh sebelum saya beralih ke VPS DigitalOcean.

Hindari Hosting Reseller

Jika kamu belum tahu perbedaan reseller hosting dengan hosting pada umumnya, saya anjurkan untuk membaca mengenal berbagai jenis webhosting.

Kenapa tidak reseller?

Memang tidak semua Reseller, tetapi banyak saya temukan adalah reseller. Banyak alasan untuk tidak memilih reseller, selain kebijakan yang berbeda dengan parent-hosting-nya. Kita juga tidak tahu apakah layanan bantuan yang diberikan akan semaksimal parent-hosting.

Hal yang sering saya lihat dari reseller hosting adalah memasukan akun sebanyak-banyaknya dalam satu reseller hosting yang sama. Hal ini tentu buruk, memang akan menekan harga menjadi sangat murah, tetapi juga membuat server overload.

Hindari Hosting Reseller

Hindari Hosting Reseller

Untuk mengetahui apakah sebuah hosting reseller atau bukan, berikut adalah tipsnya:

1. Gunakan Whois

Ketika kamu menemukan penyedia hosting, dan tidak yakin apakah itu reseller atau bukan. Cara termudah adalah memakai whois untuk mengetahu dia reseller atau bukan.

Reseller akan menutup identias mereka dengan memakai whoisguard, adapun jika tidak memakai, pasti data palsu. Hubungi email atau kontak tersebut, jika tidak ada bantuan berarti palsu.

2. Tidak Mencantukman Alamat dan Network yang Jelas

Hosting yang bukan reseller sangat penting bagi mereka untuk menuliskan alamat offline dan network yang mereka pakai. Sebaliknya dengan reseller, biasanya mereka tidak memiliki alamat dan network yang jelas.

3. Harga yang Tidak Normal

Seorang reseller bebas menentukan harga untuk reseller hosting mereka. Untuk membuat dagangan mereka laku, seorang reseller akan membuat setiap paket hosting reseller mereka semurah mungkin, lebih murah dari kompetitor mereka.

Mereka mengambil keuntungan dari banyaknya website/blog dalam satu akun reseller. Akan tetapi itu sangat buruk.

4. Tidak Memiliki Layanan VPS atau Dedicated

Setiap reseller hosting, sampai saat ini saya belum menemukan yang menyediakan layanan VPS dan Dedicated. Hal itu wajar, karena mengelola VPS/Dedicated jauh lebih rumit dibanding shared hosting reseller.

Memakai WhoIshostingthis

Kamu pasti pernah bertanya, “hosting website A ini apa, kenapa cepat banget?”

Seketika itu juga kita ingin memakai layanan hosting yang sama dengan hosting A. Untuk mengetahui sebuah website/blog memakai hosting apa, kita bisa memakai WhoIshostingthis.

Tetapi jangan langsung percaya begitu saja, karena mereka juga tidak tahu blog ini memakai hosting DigitalOcean.

Apa Kebutuhan Kita?

Hosting akan menjadi sangat murah jika kita tahu betul apa kbutuhan blog kita, katakanlah space dan bandwidth. Selain itu faktor lain adalah seperti lokasi hosting.

Lokasi hosting menjadi sangat penting, alasannya adalah pengunjung. Pengunjung akan senang jika mereka membuka blog dengan cepat, (lokasi terdekat dengan mereka).

Hal yang paling penting adalah membaca trems dari setiap hosting. Seringkali kita klik ‘agree’ tanpa membaca trems. Perhatikan bagian resource usage.

Bertanya Langsung

Ini adalah cara paling mudah dan akurat. Jika sebelumnya kita memakai tool untuk mengetahui di mana suatu website di-host.

Yang kita lakukan sekarang adalah dengan bertanya langsung, kita langsung kontak dan hubungi admin web tersebut. Jika di website tersebut tidak ada contact, kamu bisa mencarinya di whois. Kasih mereka reward dengan menanyakan link afiliasi-nya.

Selain itu, kita jua bisa bertanya di forum-forum diskusi.

**

Di atas adalah tiga tips dari saya untuk menemukan hosting terbaik untuk blog kamu. Tips tambahan dari saya adalah pilih lokasi paling dekat dengan mayoritas visitor website/blog kamu.

Jika kamu menanyakan apa hosting yang saya rekomendasikan, jawabannya:

Shared Hosting:

VPS Hosting:

Baca: DigitalOcean vs RamNode vs CloudKilat.

Blog ini, sekarang memakai VPS DigitalOcean. Sebelumnya saya memakai shared hosting HawkHost selama ~ 15 bulan.

Jika kamu ragu atau ingin konsultasi langsung, jangan sungkan untuk menghubungi saya.

About the author: Halo, saya pengelola sekaligus pemilik blog ini. Saya suka blogging, programing, makan, dan tidur. Kontak saya di twitter saya, Google+ saya. Yakin gak komentar? blog ini do-follow loh!

Comments on this entry are closed.

  • fadlye November 27, 2014, 6:17 am

    mas kayanya saya pengen belajar banyak deh bagai mana cara membuat server di Digital Ocean, soalnya saya kurang paham maslah teknis tapi saya tau kecepatan bisa bedaanin emang beda kecepatanya Digital Ocean , kira2 ada pin bb ga mas buat saya contak bls boleh ke email ya

  • Hendry July 29, 2014, 12:32 pm

    saya akan membuat sebuah website e-commerce, saat ini masih mencari hosting yang tepat, bbrp website sy sdh sy taruh di hawkhost, namun utk website yg ini ingin mencari yg lain. dlm pencarian sy sy tertarik dgn sistem cloud hosting & vps, utk Cloud hosting sy tertarik di dewaweb.com utk paket personal krn sistem backup & security hampir mirip di hawkhost & server mereka ada di Singapura & US, sedangkan utk VPS sy tertarik dgn Digital Ocean, utk itu sy mohon informasi & pertimbangan mas, mana yg lebih baik sy pilih. terima kasih sebelumnya atas bantuannya.

  • Aar June 15, 2014, 12:38 pm

    Kalau Kilat Hosting menurut mas Nadiar bagaimana dibandingkan Digital Ocean? Saat in saya pakai Hostgator dan sedang menimbang utk cari yg lebih baik & terjangkau. Pengunjung blog saya sebagian besar dari Indonesia.

    • Nadiar AS June 18, 2014, 4:28 pm

      Tergantung kebutuhan, kalau dirasa budget cloudkilat agak mahal, ya mending DigitalOcean Singapore.

      KilatHosting saya belum mencobanya, saya memakai kilatVM XS.

  • bkia November 2, 2013, 7:29 pm

    Mau nanya bos, misal kalo ada webhosting indonesia yang menawarkan hosting USA. Sebelumnya, dia sendiri beli dedicated server dari orang Amrik, lalu dijual lagi buat shared. Nah, kalau seperti itu juga disebut reseller atau bukan, nih? Soalnya kan dia belinya DS bukan akun reseller hosting.

    • Nadiar AS November 2, 2013, 11:31 pm

      Maksud saya reseller seperti membeli paket reseller dari brand hosting seperti Hawkhost, Bluehost, dll. Meskipun mereka hosting bagus, tetapi tidak ada jaminan reseller hosting mereka bagus.