≡ Menu

Adu VPS Cloud: CloudKilat vs DigitalOcean vs Linode vs DediServe

in VPS

Tahun 2014 kemarin, saya pernah tulis komparasi VPS: CloudKilat vs DigitalOcean vs RamNode. Tulisan tersebut saya rasa kurang relevan jika dibandingkan dengan sekarang, 2015. CloudKilat contohnya, mereka sudah banyak berubah, seperti upgrade bandwidth internasional dan pemakaian SSD cache.

Hal yang akan saya komparasi selain bandwidth, tentunya juga sekarang adalah latensi dan kecepatan disk. Latensi berpengaruh pada kecepatan pengiriman paket data dan disk berpengaruh pada kecepatan baca tulis dari/ke database. Tentunya, semakin cepat semakin baik.

Baca juga: Apa itu VPS?

Pengujian dilakukan dengan pertimbangan bahwa target audiance kita adalah lokal.

CloudKilat vs DigitalOcean vs Linode vs DediServe

Sistem Operasi yang saya pakai adalah Debian 7 64 bit, setiap mesin memakai single core dam 1GB Ram, kecuali untuk DediServe.

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya akan melakukan pengujian bandwidth, disk IO, CPU, dan RAM. Untuk versi 2015 kali ini, saya juga akan menambahkan latency. Latency sangat berpengaruh pada kecepatan pengiriman paket data.

Pengujian Bandwidth

Pada pengujian bandwidth, yang akan saya uji adalah kualitas bandwidth internasional dan bandwidth lokal. Di atas kertas setiap VM membuka port bandwidth:

Provider Banwidth Lokasi
CloudKilat International: up to 100 Mbps
Lokal: Up to 1 Gbps
Jakarta
DigitalOcean International: up to 1 Gbps Singapore
Linode International: 125 Mbps Fremont, CA, USA
DediServe International: 200 Mbps Singapore

Pertama yang akan saya uji adalah rute akses dan latesi. Latensi adalah interval waktu yang diperlukan antara request dan response. Semakin sedikit rute aksesnya dan semakin singkat latency-nya, semakin baik.

CloudKilat

DigitalOcean

Linode

DediServe

Pada pengujian di atas, bisa dilihat bahwa CloudKilat yang memiliki koneksi paling cepat. Hal ini wajar karena lokasi CloudKilat ada di Jakarta, kedua adalah DigitalOcean, ketiga DediServe, terakhir Linode. Saya sendiri melakukan pengujian memakai ISP biznet.

Rute (router) Latensi (ms)
CloudKilat 3 10.5
DigitalOcean 5 24.4
Linode 13 219.3
DediServe 6 27

Hasil pengujian

Selanjutnya adalah pengujian bandwidth, untuk lokal saya akan mencoba dengan melakukan download iso dari kambing.ui.ac.id dan dionipe.com, sedangkan untuk internasional, saya akan melakukan download dari cachefly dan RamNode.

CloudKilat

DigitalOcean

Linode

DediServe

Saya terkesan dengan CloudKilat, bisa saya bilang CloudKilat adalah provider lokal pertama yang saya coba yang memberikan bandwidth internasional tinggi, di atas 100 Mbps. Masalah klasik provider lokal seperti sulit kirim sitemap di Webmaster Tool atau SEO seharusnya bukan lagi masalah dengan bandwidth internasional yang tinggi seperti itu.

Pengujian bandwidth

Selanjutnya, kejutan juga datang dari DediServe, di atas kertas mereka mengklaim 200 Mbps untuk setiap VM. Nyatanya, bandwidth yang diberikan sekitar 100 Mbps.

Pengujian CPU

CPU ini sangat penting, terutama dalam meng-handle request yang masuk kepada website kita. Semakin banyak request yang bisa di-handle per satuan waktu, semakin baik.

Setiap VM yang saya uji memakai single core vCPU, kecuali untuk dediserve dual core vCPU. Berikut adalah jenis-jenis CPU yang digunakan.

Provider Model vCore
CloudKilat Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2620 v2 @ 2.10GHz Single Core
DigitalOcean Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2630L 0 @ 2.00GHz Single Core
Linode Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2680 v2 @ 2.80GHz Single Core
DediServe Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2660 0 @ 2.20GHz Dual Core

Model CPU yang digunakan

DigitalOcean dan DediServe memakai CPU E5 model lama, sedangkan CloudKilat dan Linode memakai CPU E5 v2. Pengujian dilakukan menggunakan software sysbench, dengan parameter –num-threads=2 dan –cpu-max-prime=20000.

CloudKilat

DigitalOcean

Linode

DediServe

Pada pengujian CPU, yang tercepat adalah DediServe dengan waktu eksekusi sekitar 16 detik, dua kali lebih cepat dari provider lain. Hal ini mudah ditebak, karena DediServe adalah satu-satunya yang memakai dual core dalam pengujian ini.

Pengujian CPU - Lebih singkat, lebih baik

Pengujian CPU – Lebih singkat, lebih baik

Pengujian Disk IO

Di atas kertas, semua mengklaim memakai pure SSD, kecuali CloudKilat yang memakai SSD Cache. Khusus untuk Linode dan DediServe, mereka juga mengklaim memakai enterprise SSD. Pengujian menggunakan perintah dd dengan size 1024 MB.

CloudKilat

DigitalOcean

Linode

DediServe

Hasil pengujian disk ini sudah saya perkirakan, dimana yang paling cepat adalah Linode dan DediServe, selanjutnya CloudKilat dan DigitalOcean. Khusus untuk DigitalOcean, meskipun mereka mengklaim memakai pure SSD, tetapi nyatanya hasilnya kalah dengan CloudKilat yang memakai SSD-cache.

Pengujian Disk IO - Lebih singkat, lebih baik

Pengujian Disk IO – Lebih singkat, lebih baik

Kecepatan baca tulis disk sangat penting, apalagi jika website yang berjalan adalah website dinamis dengan database yang besar.

Pengujian Memory

Pada pengujian memory, yang akan saya uji adalah kecepatan transfer. Menggunakan software sysbench dengan parameter –memory-total-size=1G.

CloudKilat

DigitalOcean

Linode

DediServe

Kali ini yang menjadi tercepat adalah CloudKIlat dengan kecepatan transfer 2060.43 MB/sec, selanjutnya DigitalOcean, Linode, dan terakhir DediServe.

Pengujian Memory - Lebih tinggi, lebih baik

Pengujian Memory – Lebih tinggi, lebih baik

Selain untuk menyimpan proses yang berjalan, memory juga berpengaruh pada saat menyimpan cache. Semakin cepat transfer rate, semakin bagus.

Kesimpulan

Memang, pengujian ini agak kurang fair, karena DediServe memakai dual core vCPU. Akan tetapi, dengan pertimbangan harga yang tidak jauh berbeda, saya memasukan DediServe.

Jika diurutkan, pilihan saya paling pertama jatuh pada CloudKilat, kemudian DigitalOcean, Linode, dan DediServe. Setiap VM memiliki teknologi yang tidak jauh berbeda, karenanya pertimbangan lain ada pada kualitas bandwidth dan target audience.

Karena prioritas utama adalah audience lokal, maka yang menjadi pilihan pertama adalah CloudKilat. CloudKilat memiliki latensi paling bagus untuk audience lokal. Selain itu, tidak ada lagi alasan klasik kurangnya banwidth internasional.

IMHO, CloudKilat merupakan penyedia VPS lokal pertama yang memberikan bandwidth internasional sampai 100 Mbps dengan harga yang sangat murah.

Saya sendiri berencana memindahkan Pabelog ke CloudKilat VM jika bonus kredit DigitalOcean sudah habis.

**

Pada kesempatan selanjutnya, saya akan membuat tutorial baru tentang instalasi WordPress di VPS dan load balance test. Jadi pastikan untuk subscribe dan begabung di grup facebook Pabelog.

About the author: Halo, saya pengelola sekaligus pemilik blog ini. Saya suka blogging, programing, makan, dan tidur. Kontak saya di twitter saya, Google+ saya. Yakin gak komentar? blog ini do-follow loh!

Comments on this entry are closed.

  • Purnawarman October 12, 2015, 9:02 am

    Saya mau minta pendapat nih. Saya mau melaunch start up website saya, pangsanya sih untuk lokal di Indonesia. Saya sudah coba beberapa hosting seperti dewaweb (paket corporate), ardetamedia (paket bisnis), beon (paket semi dedicated) dan beberapa lagi. Cuma saya tidak puas dengan kecepatan dan kestabilan server, kadang server kena DDOS yang membuat website saya down 1 minggu. Saya ingin web hosting di luar negeri tapi tidak mau VPS DigitalOcean atau Linode karena saya tidak familiar dengan sysadmin. Kira2 web hosting apa yang cocok untuk website saya ya ? Mohon pencerahannya.

    • Nadiar AS November 12, 2015, 3:06 pm

      Yang latency-nya paling cepet dong. Jika tidak mau ribet, sebaiknya pake PaaS aja, lalu instal WordPress. Alternatifnya, OpenShft atau Google App Engine, atau Heroku.

  • pulsamarket October 3, 2015, 4:48 am

    tutor yang menarik dan jadi kepengen iseng pakai vps
    apakah pengguna situs wapka juga bisa memanfaatkan layanan tersebut?

  • Nobita September 14, 2015, 7:26 pm

    Gan, review AWS donk please

  • Kenzi August 20, 2015, 10:57 am

    Sekarang blog ini balik ke digital ocean ya mas? kenapa mas?

    • Nadiar AS August 20, 2015, 6:01 pm

      ada deh, nggak, saya masih punya credit di DO, sayang kalau gak kepake ;)

      • Sagung Aditya October 7, 2015, 2:53 pm

        Apa juga karena cloudkilat mengecewakan ?

  • Stria July 26, 2015, 10:11 am

    wah wah.. bagus nih compare servernya, saya juga sebenernya mau pindah ke Cloud, tepatnya ke dewaweb, dari sight pertama sih layanannya bagus, cs nya ramah dan support banget pas ditanya2 dan juga mau bantuin migrasi hosting, kalo cloudkilat, digital ocean, dll saya sih belum nyobain servicenya :D

  • hamzah July 18, 2015, 8:20 pm

    malam gan,, artikel nya sangat menarik,, kalo untuk hosting http://www.digitalocean.com http://www.vultr.com http://www.dewaweb.com http://www.thehoster.net dari keempat ISP hosting ataupun VPS tersebut mana yang baik untuk blog indonesia, terimakasihh

  • iqbal July 9, 2015, 5:50 pm

    denger – denger DO juga ada bonus credit $100 kalo kita pelajar jadi member github ya gan ?

  • dani satria July 9, 2015, 2:07 am

    Mas nadiar. Saya mau tanya nih jika shared hostgator itu kira-kira sanggup gak ya nampung 3000 vistor/hari tetapi hanya untuk web statis saja untuk keperluan profil pribadi saja apakah mampu.

    • Nadiar AS July 14, 2015, 9:49 pm

      Bisa, tapi dengan catatan theme dan pluginnya tidak terlalu berat.

  • Agifa gumelar July 9, 2015, 12:22 am

    wah mantep nih. pengen nyoba cloudkilat, tapi nnti aja dah nunggu trafik tinggi dulu. thanks info nya gan

  • Pak'e Maryam July 5, 2015, 11:18 am

    Setuju dengan komen Anonim diatas, masalah lokasi sangat krusial, kalau dibandingkan antar lokasi jelas tidak bisa objektif hasilnya. Kecuali klo sekadar uji hardware.

  • Afrid Fransisco July 3, 2015, 8:22 pm

    izin menyimak dulu soalnya saya belum terlalu memahami ;-)

  • Ragil June 26, 2015, 12:11 pm

    saya baru pakai do mas, kalau punya dua vps, gmana caranya agar saling backup ya? misalnya ns1 down.ns2 lgsung menggantikan dengan content sama

  • jowant June 21, 2015, 4:59 am

    Saya sudah setahun lebih pakai cloudkilat overall saat ini CK emang hosting lokal paling bisa diandalkan. Tapi minggu ini saya beralih ke linode karena akses tuningnya bisa lebih banyak dari CK.

  • Iqbal June 17, 2015, 4:21 pm

    wah saya masih newbi mas tentang vps, tapi makasih banget buat infonya bisa jadi rekomendasi kedepan saya jika hosting sudah gak kuat nahan traffic.

  • An_im Fahmy June 12, 2015, 6:04 am

    Boleh nih buat pengetahuan,
    terima kasih om :D

  • Imran June 10, 2015, 7:53 pm

    Artikel ini sangat membantu. Terima kasih, Om.

    Rencana mau coba VPS cloudkilat, jadi nyari reviewnya.

    Ada baiknya mungkin kalau soal review bisa dicantumkan price-nya, Om. Hehehehe.

    Warm regards from Makassar.

  • Prabowo June 10, 2015, 4:22 am

    Mas ingin tanya, saat ini saya memakai Digital Ocean, namun apakah sy bisa menggunakan juga bersamaan free service cloudflare dan diaktifkan juga photon punya jetpack? Kemudian adakah setting khusus di w3tc apabila menggunakan digital ocean atau sy bisa mengikuti setting w3tc sama persis di salah satu blog post sampeyan ini, mohon petunjuknya..

  • Prabowo June 9, 2015, 4:11 am

    Mas, sy menggunakan Digital Ocean apakah bisa menggunakan juga free servicenya Cloudflare dan apakah bisa juga instal plugin W3 Total Cache terus di setting sesuai dengan panduan w3tc yang ada diblog post ini supaya speednya lebih cepat. Atau ada pengecualian tertentu mas yang ndak boleh dicentang ketika setting w3tc plugin, mohon petunjuk.

  • Fajar June 8, 2015, 3:21 pm

    Ulasannya lengkap masgan. dr dulu masih berkutat di Hawkhost, soalnya blm NGEH jg maen VPS :D
    btw, nice post someday pasti butuh nih buat pembelajaran VPS.

  • Anjang June 7, 2015, 5:51 pm

    Gan, butuh masukan..
    Kalo blog ane Indo news tapi visitor belum banyak apa perlu pakek salah satu vps di atas (misal cloudkilat) ?

    • Nadiar AS June 17, 2015, 5:53 pm

      Sebaiknya, untuk menghemat cost operational, pakai shared hosting aja dulu.

  • Mangagebo May 28, 2015, 8:23 pm

    Dari pengalaman saya sih, kilathosting sudah seperti VPS DO yg 5$.. belum tau kalau kilatVM gimana.. klo dari segi harga sepertinya DO masih menang., dan sepertinya lebih menjanjikan uptime dengan pemakaian normal kalau pakai DO.. segi kecepatan, DO sangat bisa diandalkan walaupun cloudkilat pastinya lebih kenceng kalau diakses dari lokal…

  • Pulung Riswanto May 17, 2015, 5:45 am

    waduh, q mah cuma pake hosting lokal sob
    bdw lumayan jg nih artikelnya buat nambah wawasan….

  • Adha May 12, 2015, 11:38 am

    ternyata loading blog ini sangat cepat. salam kenal dari saya, Adha.

  • Zavara May 9, 2015, 10:50 am

    saran untuk newbie donk gan kalok pakek vps kan mahal,sementar untuk yang gratis yang banyak dipakek newbie gimana gan?

  • Ahmad Pram Prayogo Pangestu May 5, 2015, 11:23 pm

    Sebenarnya banyak memang layanan vps lainya, tapi kalau soal kemudahan menurut saya DO yang paling good, dan tampilanya memang enak di pandang.

    BTW mas Pabelog menggunakan VPS DO yang berapa? dan dengan UV berapa? soalnya sedang cari vps yang bagus buat blog, pengen pindah server rasanya :)

    • Nadiar AS May 8, 2015, 11:43 am

      Saya pakai yang 1G, UV sekitar 2000. Selain DO, saya juga pakai CLoudKilat dan DediServe.

      • Ahmad Pram Prayogo Pangestu May 10, 2015, 11:56 am

        Terimakasih mas jawabanya :)

        Sebenarnya saya beberapa waktu lalu mempunyai keinginan menggunakan hosting dari cloudkilat, dan setelah baca TOS dan tanya langsung ke cs-nya, katanya blog yang review dan mengarah ke link download software berhak cipta (ilegal) nggak di bolehin. dengan terpaksa akhirnya saya berkelana ke Amerika :)

  • Mas Kun April 30, 2015, 9:22 am

    Lengkap banget reviewnya… Sy juga baru pindahan ke vps. Saat sy berkomentar ini, sdg dlm prpses perpindahan. Karena managed, semua urusan migrasi terima langsung beres… Maklum, saya buta untuk urusan VPS ini… hehehe…

    So, untuk tutorial instalasi Wordpressnya ditunggu. Biar sy gak gaptek2 amat… :)

  • Sirom April 28, 2015, 2:08 pm

    Saya pake Kilat Hosting.. lumayan kenceng cuma akhir2 ini sering down..
    Hanya sayangnya…. CK melarang untuk mengirimkan email langsung dari Web Server.
    Jika ingin mengirimkan email harus mengubah pengaturan di script atau aplikasi phpmailer dengan SMTP dari mail server Kilat Hosting.

  • Jamal April 26, 2015, 12:50 am

    Daripada memasukkan DediServe kenapa nggak komparasi dengan RamNode aja mas.

    Kan RamNode ada tuh yang 1 core juga. Penasaran aja saya sama yg satu core di sana. Nggak pernah ngambil soalnya.

    Sekarang sih pake 2 atau 4 core ya (lupa) RAM 1GB di RamNode. Kebiasan sih soalnya pake CP Kloxo-MR. Hehehe…

    Satu lagi mas. Kalau bisa komparasi juga nyebutin harganya biar pembaca kayak saya bisa mempertimbangkan kualitas dengan harganya.

    Thanks :)

    • Nadiar AS April 28, 2015, 1:28 pm

      Saya udah gak pakai RamNode soalnya. Kloko-MR dulu pernah pakai, menurut saya lebih repot dari CLI. ;)

  • Libra Yanada April 23, 2015, 3:37 pm

    Kebanyakan situs yg saya lihat menggunakan VPS DigitalOcean, sempat mengira jika hanya dia yg terbaik, ternyata masih ada yang lain. Terima kasih atas informasinya.

  • Fendy April 22, 2015, 1:12 am

    Cukup lengkap reviewnya gan, itu apa hanya VPS nya aja ?

  • Wawan April 20, 2015, 6:32 am

    agak roaming saya. Akhirnya fast reading saja. :v
    trus baca kesimpulan :v
    oh jadi gitu, kedepan saya coba CloudKilat deh.

  • Sugeng Riyadi April 20, 2015, 12:05 am

    Wah selain DigitalOcean ternyata masih banyak lainnya. Tertarik juga kepengin cobain CloudKilat tapi untuk sementara pakai DigitalOcean dulu soalnya baru pakai kemaren hehe.

  • anonim April 19, 2015, 7:47 pm

    Jika Pengujian dilakukan dengan pertimbangan bahwa target audiance adalah lokal, maka demi keadilan VPS yang harus dibandingkan adalah VPS lokal.

    Membandingkan VPS lokal dengan internasional dengan parameter lokal, jelas seperti membandingkan honda c70 dengan mio dengan parameter kecepatan. Secara keduanya jelas tidak seimbang dari awal.

  • sutri yono April 18, 2015, 7:20 am

    itu kilat vm 185 kan ?? dari segi harga ya masih do yang baik

    • fadlan April 29, 2015, 11:02 am

      Sy rcn mau upgrade vps, pingin cloud kilat tp web client sy yg di hosting cloud kilat sering time out, jadi grogi pakai vps cloud kilat