≡ Menu
Pabelog

Cara Setting Plugin W3 Total Cache Agar Bekerja Optimal

in WordPress Plugin

Menggunakan W3 Total Cache menjadi sangat penting untuk sebuah blog WordPress. Plugin W3 Total Cache memiliki pengaturan yang cukup lengkap. Tetapi karena terlalu lengkap, masih banyak blogger yang kebingungan untuk konfigurasi setting plugin W3 Total Cache agar bekerja optimal.

Caching plugin sangat penting bagi blog WordPress, karena selain bertujuan untuk mempercepat loading blog, caching plugin juga berfungsi untuk meringankan pemakaian resource CPU. Kita tahu bahwa WordPress memakann resource cukup besar jika dibanding CMS pada umumnya.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, dengan plugin W3 Total Cache kita memiliki semua pengaturan advanced yang ada, baik dari sisi web server maupun pengaturan hosting seperti CDN.

Meskipun begitu, masih ada blogger yang merasa bahwa blog mereka tidak mengalami perubahan. Bahkan sampai ada yang menyebutkan bahwa dengan W3 Total Cache justru membuat blog mereka berat.

Faktanya memang begitu! dengan pengaturan yang salah, alih-alih membuat blog kita semakin cepat dan ringan, blog kita justru berjalan sebaliknya. Hal ini biasanya disebabkan oleh pemilihan shared hosting yang tidak tepat.

Jika bisa, sebaiknya kamu tinggalkan shared host dan beralih ke VPS. Banyak alternatif VPS yang memiliki harga shared hosting, katakanlah DigitalOcean. Dengan VPS, kita bisa melakukan tweek setting plugin W3 Total Cache lebih jauh lagi. Pengalaman saya, shared hosting kebanyakan memakai web server apache, tetapi untuk konfogurasi terbaik kita bisa memakai NGiNX + PHP-FPM.

Sebaliknya jika kamu tidak menyukai W3 Total Cache karena konfigurasi yang terlalu banyak, kita bisa memakai WP Super Cache yang memiliki kompetibelitas tinggi dan setting yang cukup sederhana.

Bahkan untuk beberapa blog, memakai Super Cache di shared hosting lebih baik dibanding memakai W3TC.

Sebelum Menggunakan W3 Total Cache

Saya memakai opcode APC di blog ini, karena bekerja sangat baik mencaching objek-ojek yang ada. Mayoritas shared hosting tidak memiliki APC, tetapi disk (basic) dan disk (encached).

Untuk beberapa shaed hosting, menggunakan W3 Total Cache justru membuat blog menjadi semakin berat, bukan ringan. Jadi kita harus lebih kritis dalam memilih shared hosting.

Jika kamu memakai shared hosting, pastikan kamu memakai shared hosting yang memiliki reputasi dan terpercaya.

Saya memakai GTmetrix dan Google Page Speed untuk menguji kecepatan loading blog ini sebelum dan sesudah menggunakan W3 Total Cache.

Hasl pengujian sebelum install W3 Total Cache, GTMetrix:

GTMetrix Performance Before

Pengujian dengan GTMetrix sebelum memakai W3 Total Cache

Lebih lengkap >

Hasil pengujian memakai Gogle Page Seeed:

Google Page Speed

Hasil pengujian memakai Google Page Speed sebelum memakai install W3 Total Cache

Lihat hasil pengujian setelah melakukan konfigurasi W3TC, lihat.

Cara Install W3 Total Cache

Ada berbagai cara untuk install W3 Total Cache di blog WordPress yang kamu pakai, cara yang paling mudah adalah melalui WordPress.org repositiry, Plugins > Add New.

Cara install W3 Total Cache melalui repository WordPress.org

Cara install W3 Total Cache melalui repository WordPress.org

Cara Install W3 Total Cache

Cara install W3 Total Cache melalui repository WordPress.org

Klik Install Now, setelab beberapa detik atau mungkin menit, WordPress akan mendownload plugin W3 Total Cache dari database mereka ke server kita.

Aktifasi W3 Total Cache

Aktifasi Plugin W3 Total Cache

Aktifasi..!

Mungkin untuk beberapa hosting, ketika kita akan isntall W3 Total Cache akan ada beberapa masalah, seperti permission folder. Jika demikian, masuk cPanel lalu masuk ke root website kamu. Ganti permission Wp-Content menjadi 777 lalu setelah berhasil aktifasi, ganti kembali ke 755.

Setting Plugin W3 Total Cache

Kita sudah berhasil install W3 Total Cache, langkah selanjutnya adalah setting plugin W3 Total Cache.

Langkah ini mungkin akan banyak menyita waktu kamu, jadi pastikan kamu memiliki waktun yang cukup panjang untuk melakukan berbagai percobaan dan memahami cara kerjanya.

Menu W3 Total Cache, bisa ditemukan di bagian sidebar kiri paling bawah. Masuk ke Performance > General Setting.

Halaman ini adalah halaman dimana kita memiliki kontrol penuh terhadap aktif atau tidaknya fitur yang ada pada W3 Total Cache.

Page Cache

Page Cache W3 Total Cache

Page Cache W3 Total Cache

Apa itu page cache?

Gampangnya, page cache membuat halaman yang dinamis menjadi lebih statis. Kita tahu bahwa WordPress menggenerate setiap query di blog kita dari database, jika hal itu terus dilakukan, lama-kelamaan loading kita akan terasa lebih lambat, apalagi jika ukuran database sudah sangat besar.

Page cache ini akan meminimalisir request untuk menggenerate setiap query dari databese. Sehingga nantinya, halaman yang paling sering diakses akan di store di tempat tertentu, menghindari pengaksesan databse. Akibatnya halaman itu akan lebih statis dan loading pun akan lebih cepat.

Untuk kebanyakan shared hosting, biasanya kamu hanya memiliki dua pilihan, Disk (encached) dan Disk (basic).

Saran saya sebaiknya kamu pilih Disk (encached). Untuk sahared host yang saya coba disk (encached) bekerja lebih baik dibanding Disk (basic).

Tetapi jika kamu memakai VPS, kamu bisa menginstall APC.

  • Cara Install Op-Code APC di VPS

APC, bekerja jauh lebih baik dibanding disk (encached).

Akhirnya, setelah kita selesai memilih mana yang terbaik untuk blog kita. Kita masuk ke menu Page Cache untuk pengaturan lebih lanjut. Performance > Page Cache.

Pengaturan Page Cache pada W3 total Cache

Pengaturan Page Cache pada W3 total Cache

Lakukan setting seperti di bawah. Untuk link sitemap, saya memakai plugin sitemap generator Google XML Sitemaps.

Cache Preload and Purge Policy

Cache Preload and Purge Policy

Selesai! Kita masuk ke tahap selanjutnya!

The Minify Settings

Langkah selanjutnya adalah minify, apa itu minify? Mari kita bahas.

General Setting W3 Total Cache

General Setting W3 Total Cache

Minify berfungsi untuk meminimalisir request dan mengurangi besar file. Cara kerjanya adalah menyatukan setiap file menjadi satu dan menghapus komentar syntax atau syntax-syntax yang tidak diperlukan pada JavScript/HTML/CSS.

Setting terbaik untuk shared hosting adalah seperti gambar di atas. Lagi-lagi jika terdapat APC, sebaiknya kamu memakai APC.

Sekarang kita masuk ke advanced setting minify. Performance > Minify

Pastikan user dengan privilage khusus untuk melihat error yang disebabkan oleh W3 Total Cache. Gunakan url yang bersih untuk file yang telah di minify.

Caranya sangat mudah, begitu kamu masuk ka halaman minify. Lihat grup general.

General Minify Setting

General Minify Setting

HTML & XML

Pada Group HTML dan XML, saya sendiri tidak mengaktifkan. Alasannya karena konflik dengan beberapa plugin yang saya pakai. Tetapi kamu bisa mencoba mengaktifkannya, nanti jika terdapat plugin yang tidak bekerja dengan baik coba disable fitur minify HTML dan XML.

HTML and XML Minify

HTML and XML Minify

Apa itu Inline CSS minification, Inline JS minification, dan Line break removal.

Inline CSS minification dan Inline JS minification, menghapus whitespace yang tidak diperlukan. Tujuannya agar CSS berukuran kecil, sehingga tidak berat untuk diload.

Line break removal, menghapus semicolon pada akhhir statment atau elemen. JS dan CSS biasanya memakai semicolon di akhir setiap statment/elemen.

Contoh JS
if ( active.prop('checked') != true ) {
input.each(function() {
$(this).attr('readonly','readonly').addClass('disabled-input');
})

Setelah di Inline dan line break removal, syntax akan jadi sperti ini:

if(active.prop('checked') != true){input.each(function(){$(this).attr('readonly','readonly').addClass('disabled-input')})

JavaScript

JavaScript Minify Setting

JavaScript Minify pada setting plugin W3 Total Cache

CSS

CSS Minify Setting

CSS Minify Setting

**

Setting Minify untuk JavaScript dan CSS yang saya pakai percis seprti gambar di atas. Namun kita belum sampai di sini saja. Kita belum menggabungkan file JavaScript dan CSS yang terpisah.

Ikuti langka berikut!

Minify akan menyita banyak waktu kamu, karena bisa saja ada beberapa fungsi JavaScript yang tidak bekerja setelah Minify. Selanjutnya kamu harus mencoba-coba setting terbaik minify JS blog kamu, pasti ada trial dan error.

Setting di blog saya dan blog kamu pasti akan berbeda, karena kita tidak memakai theme dan plugin yang sama. Karena itu cari setting terbaik untuk blog kamu.

Minify Help Wizard

Pada bagian atas terdapat Help wizard, nah tombol ini yang akan sering kamu pakai. Klik help, lalu checklist JS dan CSS yang ingin kamu minify. Periksa apakah ada yang tertinggal atau tidak.

JavaScript Minify Checklist

JavaScript Minify Checklist

CSS Minify Checklist

CSS Minify Checklist

Jangan lupa untuk klik sava change stelah selesai memilih CSS dan JS yang akan di minify.

Database and Object Cache

Database cache bekerja agar setiap request yang masuk ke database bisa diminimalisir dengan cara menstore request yang paling sering di tempat tertentu.

Sedangkan Object cache hanya akan caching file-file sperti, jpg, png, gif, mp4, flv, dll.

Masuk ke Performance > General Setting. Pada bagian bawah ada grup database cache, klik enable. Untuk shared hosting pilihannya biasanya hanya satu, Dsik.

Database Cache

Database Cache

Browser Cache

Pada General Setting jangan lupa klik enable, Lalu masuk ke advanced setting. Performance > Browser Cache.

Nah, jika yang sebelumnya kita hanya membicarakan caching dari sisi server. Browser cache menyimpan objek di browser, ketika kita mengnjungi blog untuk pertama kali, semua request diambil dari server. Tetapi Untuk kedua atau beberapa kali, jika kita mengaktifkan browser cache, objek akan disimpan di browser pengakses selama periode tertentu, kemudian request kedua atau beberapa kalinya akan melalui browser.

Selanjutnya, untuk browser cache saya tidak akan membicarakan lebih detail. Setting browser cache berlaku universal. Ikuti setting saya di bawah, di bawah adalah setting terbaik untuk blog ini.

W3 Total Cache Browser Cache

W3 Total Cache Browser Cache

Jangan lupa untuk menyimpan setiap pengaturan yang telak kita lakukan.

Pengaturan Terakhir

Yup, pengaturan terakhir.

Bagaimana dengan cara setting CDN dengan W3 Total Cache?

Saya akan membahasnya dalam posting khusus.

Setting yang terakhir ini tidak terlalu berpengaruh cukup signifikan dalam mempercepat loading blog. Yang paling penting hanya tiga hal, yaitu:

  • Page Cache
  • Minify
  • Database Cache & Objek Cache

Setting terakhir ini hanya akan menyinggung CloudFlare, Varnish, dan Miscellaneous setting.

Pada General, Grup Network Performance & Security by CloudFlare. Saya kira kamu tidak harus mengaktigkannya melalui W3 Total Cache. Saya lebih suka mengoprek CloudFlare langsung dari website mereka.

Untuk konfoigurasi dan bagaimana cara setting CloudFlare,
Baca: Apa itu CloudFlare? Bagaimana Cara Setting CloudFlare?

Miscellaneous setting, Tidak terlalu berpengaruh. Hanya menampilkan google page speed pada dashboard. Untuk mendapatkan API, kamu harus memiliki Google Account. Lalu request API console.

Varnish! Varnish adalah alat yang powerfull yang saya pakai di blog ini. Dengan varnish, hampir blog ini menjadi statis. Saya akan membahas di postingan lain untuk varnish.

Setelah Menggunakan W3 Total Cache

Kita sudah melakukan pengujian memakai GTMetrix dan Google Page Speed sebelumnya, lihat.

Setelah melakukan konfigurasi di atas, murni memakai disk cache. Hasil pengujian adalah sebagai berikut:

Menggunakan GTMetrix:

Setelah Install plugin W3 Total Cache

Hasil pengujian setelah setting plugin W3 Total Cache menggunakan GTMetrix

Lebih Lengkap >

Memakai Google Page Sepeed:

Pengujian Memakai Page Speed naik tiga poin

Pengujian Memakai Page Speed naik tiga poin

**

JRENGG!!

Kita sudah berhasil melakukan konfigurasi W3TC. Memakai W3TC selain membuat loading blog menjadi semakin cepat, juga akan membuat blog menjadi lebih hemat resource dan ringan.

Sebaliknya, jika kamu merasa blog menjadi lebih berat atau lebih lambat, kemungkinan terjadi kesalahan pada setting minify.

Selanjutnya, saya akan membahas lebih lanjut tentang Varnish Cache, CDN, dan Opcode APC. Tiga senjata tersebut akan membuat blog kamu blazing flash!, apalagi jika kita memakai SSD VPS seperti DigitalOcean.

Tapi belum sampai di sana. Senjata terakhir kita adalah CloudFlare, W3TC + CloudFlare akan membuat blog menjadi sangat ringan.

Jangan lewatkan serial tulisan saya tentang itu semua, pastikan untuk suscribe email sekarang juga!

Jika terdapat masalah, jangan sungkan untuk berkomentar. Saya akan menjawabnya secepat mungkin.

About the author: Halo, saya pengelola sekaligus pemilik blog ini. Saya suka blogging, programing, makan, dan tidur. Kontak saya di twitter saya, Google+ saya. Yakin gak komentar? blog ini do-follow loh!

Comments on this entry are closed.

  • Eka Hary March 27, 2015, 1:13 pm

    Mas Nadiar, makasih banyak untuk share artikelnya, Ane dah coba ikutin langkahnya mas. tapi blog saya masih belom optimal juga. Saya mesti oprek-oprek lagi karna setiap web punya themes dan plugin yang beda kebutuhannya. Tapi setidaknya blog saya jadi lebih kenceng dari sebelumnya.. makasih banyak ya mas. Boleh saya share artikel ini di blog saya?

    • Nadiar AS April 7, 2015, 6:12 pm

      Boleh

  • Ujenk March 27, 2015, 8:01 am

    Mas ini setelah saya aplikasikan kok gambar-gambarnya pada hilang itu yang salah bagian yang mana ya? saya menggunakannya untuk setting woocommerce, halaman produk bisa terlihat namun halaman home gambarnya tidak nampak, mohon bantuannya nih yang perlu di setting ulang bagian mana ya? Terimakasih banyak sebelumnya.

  • Pram March 8, 2015, 10:58 pm

    Mas Apakah tutorial + screenshotnya bisa di update, soalnya sekarangan tampilan plugin dan lokasi settingnya sudah berbeda :)

    Terimakasih.

    • Nadiar AS March 10, 2015, 1:52 am

      Oke, nanti saya update ya lewat video.

  • tonny marezco March 1, 2015, 8:34 pm

    Saya ada sedikit masalah dengan plugin ini, sebelum itu saya ikutin persis dengan apa yang mas terangkan diatas.
    Setelah semua selesai dan saya save, semua normal dan load page pun semakin cepat dan ringan, cuman masalahnya pada tampilan Adsense saya tiba-tiba ilang (khusus adsense aja), di sidebar, di dalam postingan pun juga ilang, padahal widget lainnya tampil dengan baik loh.
    Nah setelah pusing mikirin gimana cara setting yang pas, saya coba unchek minify nya, ternyata iklan saya balik lagi dengan normal, saya pribadi gak tahu kenapa bisa begitu, tapi bersyukur bisa balik lagi :D ….. terima kasih Tutornya ya Mas

    • Nadiar AS March 10, 2015, 1:48 am

      Iya, pengaturan paling rumit memang pada minify. Tampilan hancur itu karena file .css nya tidak terbaca, url minify-nya pasti ada yang salah.

  • indrakult February 20, 2015, 1:35 pm

    Terima kasih mas. Sempat bingung toko online saya heavy on visual dan lambat sekali. Mau coba total cache tapi nggak tau caranya. Much appreciated tutorialnya.

  • zen aikido February 17, 2015, 11:32 am

    sangat sangat membantu,
    saya masi awam tentang wordpress dan tutorial penjelasan ini sangat membantu,
    terima kasih gan

    • Nadiar AS February 18, 2015, 12:59 pm

      Sebenarnya tutorial ini sudah agak lama, saya berencana mengupdatenya. ‘)

      • catur March 11, 2015, 4:10 pm

        iya mas, terpaksa saya skip aja yang minify, cuma pake page cache, broswer, database sama object aja..
        thx.. jadi demen blogwalking dimari.. update terus mas artikel soal vps dan wordpress hehee

  • catur February 9, 2015, 9:47 pm

    mas, saya dah 1, 5 jam habis dari proses minify eh, loading terus ga selesai2.. kira2 apa tu normal ?

    • Nadiar AS February 18, 2015, 1:20 pm

      Tentu tidak normal, saran saya jika begitu, jangan pakai minify aja. Memang benar, minify membuat blog ringan, tapi untuk menjalankannya perlu sumber daya besar.

  • agung taufiq February 1, 2015, 12:29 am

    saya menggunakan plugin lebih cepat dan di SE lbh baik lagi cuma kita perlu belajar dari error dari yang kita dapat dan meningkatkan dari panduan ini

    • Nadiar AS February 18, 2015, 2:21 pm

      Jika lebih baik kenapa tidak. W3TC saya suka bukan karena kinerjanya bagi saya, tetapi all-in-one nya. Kinerjanya saya bisa bilang masih kalah dengan QuickCache atau mungkin dengan yang kamu sebutkan.

  • M. Nasihin January 2, 2015, 11:56 pm

    pengalaman saya menggunakan W3 total cache memang membuat blog semakin berat jika diakses dari sisi admin (exclude cache) namun jika di akses dari sisi pembaca jauh lebih ringan dari sebelumnya. saya sendiri seringkali mencoba dengan browser berbeda dan private browsing.

    pengen nyobain WP supercache apakah lebih ringan? karena plugin WP supercache tersebut dibuat oleh founder wordpress itu sendiri (Matt)

  • Bagus Prehan December 23, 2014, 2:33 pm

    Kalau mengkatifkan Database Cache, apakah mengganggu statistik seperti countview?

    • Indra January 19, 2015, 5:34 pm

      o ya kalo make ini kok di web yang ada countview, jadi tidak berjalan yah countviewnya??
      ada cara gak yah agar countviewnya tetap berjalan ?

  • amier November 28, 2014, 1:56 pm

    maaf gan, semalam saya udah aplikasikan tehnik diatas .. tapi yang jadi permasalahan adalah halaman login saya gak ada.. yang ada not found.. jadinya saya gak bisa login keadmin.. yang jadi pertanyaan saya gimana cara nya mengetahui halaman login websaya tersebut.. terimakasih..

    • Nadiar AS December 4, 2014, 6:25 am

      Halaman login wordpress bisa ditemukan di domain.com/wp-admin

  • Abudz November 9, 2014, 10:09 pm

    udah ane coba tp ko jadi lambat ya? apa gara2 w3 total cache ane versi free ? soalnya sebagaian settingan yang di tutor ga ada di w3 ane..

  • Setiawan Aguz November 3, 2014, 4:02 pm

    Gan, untuk fitur page cache method yang pake opcode APC kok gak bisa diaktifin ya?
    Yang bisa cuma Disk Basic sama Disk Enhanced.
    Apa fitur itu sekarang cuma bisa dipake di premium version ya?
    Padahal ane udah install APC di VPS ane :(

    • Nadiar AS November 7, 2014, 11:42 pm

      APC sekarang sudah tidak update lagi mas, secara default, PHP terbaru cache nya udah bagus kok.

  • sabiq October 29, 2014, 1:03 pm

    keren, yslow speed saya jadi A, tapi page speed nya masih E. gmana ya?

  • iskandar September 7, 2014, 8:14 am

    bang.. punya an kenapa jadi lambat ya? apa ada kesalahan dalam settingannya..

  • prahman August 24, 2014, 12:39 am

    Bro mau tanya nih,, saya ngikutin postingnya mas bro,, plugin yang di screenshot dengan plugin w3c sekarang berbeda yah gan,,,,, ane bingung nih.. tolong kasih postingan agi donk untuk setting plugin yang update baru.
    saya langganan nih

    • Nadiar AS August 26, 2014, 12:27 pm

      Siap :)

  • Liliana August 22, 2014, 4:25 pm

    Mas bisa tanya, sy pakai share hosting, untuk seting wp super chace kok ada yg harus di delet wp-content/wp-cache-config.php and wp-content/advanced-cache.php
    kira2 kalo salah seting bisa menghilangkan database gak ya? kalo berkenan bisa cek web sy. Trim

  • Serbakuis July 12, 2014, 7:58 pm

    WOW mantap mas
    thanks sharenya
    punya saya jadi segini http://gtmetrix.com/reports/serbakuis.com/E571UbV3 :D

  • intan July 4, 2014, 3:15 pm

    pasti butuh waktu yang gak sedikit nih bikin tutor lengkap kaya gini . Sangat berguna banget bwt mempercepat loading wordpress saya yang penuh dengan gambar. Thanks berat

  • made June 18, 2014, 9:21 am

    bisa di share setingan selanjutnya mas? seperti CDN dll

    tq

    salam

  • Budi S June 14, 2014, 1:50 pm

    Thanks atas infonya Gan. Bermanfaat sekali. Semoga makin sukses!

  • gendruk April 20, 2014, 8:15 pm

    makasih maz tutor nya, apalagi ada gambar nya,…

    praktekan dulu ah, soalnya ane juga baru belajar pake wp

  • assoundness April 20, 2014, 3:59 pm

    mantap tipsnya sob, ane dah coba praktekkan dan hasilnya lumayan bagus.
    info yang bermanfaat sob, tnks atas infonya.
    ditunggu info2 berikutnya yang lebih membantu lagi.

  • palaesku February 22, 2014, 12:02 pm

    Tks, Bro.. paling Komplit dari website/blog lain yg pernah sy temui..terutama memasukan url CSS & JS yang masih blm terlalu paham. Karena blm tuntas uji cobanya di localhost dgn w3 total cache. Tampilan html blog ini tdk muncul nama themes, sama dgn beberapa blog lain yg sy temui. Hide nama themes, plugin yg perlukan utk sekarang ini..
    Sukses bro -:)

  • callist February 2, 2014, 11:21 pm

    sudah ane coba sesuai tutor agan, cuman setelah ane analysis pake gtmetrix & google page speed perubahannya hanya sedikit apa ada yang salah di pengaturannnya ya gan, tapi mantabs lumayan lebih cepat dari sebelumnya terima kasih udah share salam kenal

  • Kristianus Kurnia January 26, 2014, 6:52 am

    Udah dicoba nih bro, ternyata minify ngga jalan di situs gw, semua plugin langsung error… wkwkwk..

    Tp so far, berkat w3 total cache + cloudflare situs gw jadi cepet banget… sampe kaget gw… haha…

    Thanx bro untuk artikelnya :)

    Request artikel tentang WP security dong ;P

  • ahamd burhan December 22, 2013, 1:49 pm

    posting nya lengkap masbro .sebagai newbie saya sanngat terbantu dengan postingan anda.saya akan praktekkan di blog saya yang kebetulan memang sedang utak atik blog agar tampilannya lebih responsif,seo friendly,dan pastinya banyak yang akan berkunjung ke blog saya .terima kasih and izin share yee….

  • zurni December 6, 2013, 8:07 am

    bang tanya dong
    setting minify lewat > help wizard
    susah ^_^
    kalo lewat FTP update
    gmn tuh bang?
    trimakasih

    • Nadiar AS December 6, 2013, 11:38 am

      Setting minify memang harus teliti, tidak cukup sekali. Kita harus coba mengkombinasikan satu-satu sampai mendapatkan hasil maksimal.

      • zurni December 7, 2013, 1:26 am

        jangankan rumit bang
        wong klik > help
        saja, tidak bisa masuk ^_^
        kalo pilihan selain w3 total cache apa bang?

        • Nadiar AS December 7, 2013, 10:48 am

          paling simpel dan bagus, quick cache. Saya dulu pakai itu.

          • zurni December 8, 2013, 5:52 am

            ok bang pasang lagi
            oh ya bang
            kalo:
            PURGE
            DEBUG
            maksudnya apa tuh bang?
            maklum masih newbie banget bang ^_^

          • Nadiar AS December 8, 2013, 10:43 am

            PURGE itu fungsinya buat ngehapus cache.
            DEBUG untuk mencari letak kesalahan. FYI, kita tidak perlu DEBUG di W3TC.

      • Wonkpaket November 14, 2014, 3:06 pm

        Kalo minify nya tdak bs di enable gmn ya solusinya? Pny ku ga mau di enable. Pdahal sudah ngikutin cr diatas.

        • Nadiar AS November 15, 2014, 3:13 pm

          pesan errornya apa mas? biasanya miniffy tidak bisa de-enable bisa karena themenya juga.

  • ari October 21, 2013, 7:33 am

    Makasih sharenya Mas, saya coba nih..

  • eboot October 12, 2013, 12:01 pm

    kalo di Minify cache method pak Opcode: Xcache gimana gan ??

    • Nadiar AS October 15, 2013, 5:19 pm

      Kebetulan saya belum pernah pakai Xcache,jadi belum bisa membandingkannya. Selama ini saya pakai APC, dan sangat puas.

      • Mas Jamal December 2, 2013, 5:53 pm

        Wah kalau selama ini saya hanya pakai XCache karena sudah built-in di dalam kloxo kalau nggak salah.

        Kalau APC sih belum pernah. Dan untuk masalah minify, itu yang paling mumet karena salah setting langsung kocar kacir jadinya tampilan blog :v