≡ Menu
Pabelog

Membangun VPS WordPress 0: Mengenal DNS (Domain Name System)

in Hosting, Internet, VPS, Wordpress

Tulisan ini adalah seri pertama dari seri tutorial bagaimana cara membangun wordpress di VPS. Sebenarnya ada bagian nol, yaitu bagaimana cara membeli VPS 5 USD di DigitalOcean.

Yang pertama saya akan menjelaskan apa itu DNS hosting, kenapa harus ada DNS hosting, lalu apa bedanya DNS hosting dengan web hosting.

Ini sangat penting, karena tanpa DNS orang-orang hanya akan mengenal website hanya dalam angka-angka random. Yang pasti itu membuat pusing kepala.

Bayangkan jika kamu harus membuka google dengan angka seperti 74.125.200.104, meskipun bisa di bookmark, bagaimana jika kamu ingin membukanya di komputer lain? apa masih ada bookmark? tetntu harus mengingatnya bukan?

Mungkin tidak akan terlalu detail, tetapi yang penting kamu bisa mengerti bagaimana cara kerja DNS.

Jadi apa itu DNS?

DNS atau Domain Name System menurut wikipedia adalah

A DNS hosting service is a service that runs Domain Name System servers. Most, but not all, domain name registrars include DNS hosting service with registration. Free DNS hosting services also exist. Many third-party DNS hosting services provide Dynamic DNS.

DNS hosting service is optimal when the provider has multiple servers in various geographic locations that provide resilience and minimize latency for clients around the world. By operating DNS nodes closer to end users, DNS queries travel a much shorter distance, resulting in faster Web address resolution speed

Gampangnya..

Sekarang kamu memakai jaringan internet, kamu sedang membaca tulisan saya di arsip.pabelog.com. Tetapi tahukah kamu bahwa alamat arsip.pabelog.com hanyalah alamat palsu. Haha..

Alamat sebenarnya dari blog ini adalah 162.243.129.88.

Oke, saya tahu kamu terkejut bahwa blog ini memakai alamat palsu. Dan maafkan saya telah membohongi kalian.

Adalah tugas DNS untuk menjadikan alamat IP 162.243.129.88 dapat diakses dengan alamat arsip.pabelog.com.

Setiap komputer yang terhubung ke internet memiliki alamat IP. Ingat, bahwa website/blog disimpan dalam sebuah komputer yang terhubung ke internet. Siapa saja yang memiliki akses internet bisa mengakses website/blog itu dengan alamat IP tersebut.

Alasan karena alamat IP tidak human friendly inilah yang memunculkan adanya DNS hosting, Tujuan dibuatnya DNS adalah untuk memudahkan manusia membaca dan mengingat alamat website.

Sampai di sini saya harap kamu mengerti kenapa ada DNS hosting.

DNS Hosting vs. Web Hosting

Ada yang menyebut DNS hosting juga sebagai DNS server, saya anggap itu sama saja.

Perlu diketahui bahwa DNS Hosting sangat berbeda dengan Web Hosting. DNS hosting hanya bertugas mengarahkan alamat IP ke nama domain, itu saja.

Sedangkan web hosting bertugas menyimpan website/blog agar bisa diakses oleh siapa saja, (meskipun tidak siapa saja).

Baca: apa itu domain dan hosting.

Bagaimana domain bekerja

Bagaimana domain bekerja

  1. Misalkan, seseorang membuka www.tgrclub.org.
  2. Komputer akan mencari www.tgrclub.org pada cache DNS server jaringan internet yang kamu pakai.
  3. Ketika alamat www.tgrclub.org tidak ditemukan atau belum pernah ada yang mengakses di jaringan yang kamu pakai, jaringan internet yang kamu pakai akan mencari mulai dari root (.) atau di registrar.
  4. www.tgrclub.org ditemukan, registrar atau root (.) memberitahukan dimana DNS server alamat www.tgrclub.org.
  5. Selanjutnya DNS server www.tgrclub.org mengarahkan domain ke alamat IP web hosting www.tgrclub.org.
  6. Orang itu sekarang bisa mengakses www.tgrclub.org.
  7. Jika ada orang lain di jaringan yang sama dengan orang itu mengakses www.tgrclub.org, dia tidak akan kembali lagi ke root (.) atau registrar untuk menanyakan DNS server. Karena query yang sama www.tgrclub.org akan di simpan di cache jaringan itu.

Nama Domain

Untuk membuat website/blog online yang kamu butuhkan cukup alamat IP dan komputer yang selalu online, itu saja. Di sinilah jasa web hosting berperan. Mereka menawarkan jasa komputer yang selalu online.

Tetapi, tidak cukup hanya alamat IP dan komputer online (web hosting) saja jika ingin disukai mesin pencari (google) dan mudah diingat manusia, kita membutuhkan nama domain.

Senlajutnya birkan DNS server yang bekerja mengarahkan nama domain ke IP.

Tetapi darimana kita mendapatkan domain?

Kita bisa mendapatkannya dari registrars, favorit saya Namecheap.

Siapa yang bertanggung jawab terhadap peredaran domain?

ICANN, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. ICANN adalah organisasi non-profit yang mengelola beradarnya nama domain, mereka yang memastikan bahwa tidak ada nama domain yang sama di bumi ini.

Jika kamu tertarik lebih jauh tentang ICANN, ICANN wiki.

Saya juga sangat menganjurkan untuk menonton video di bawah, kalaupun kurang mengerti bahasa inggris, setidaknya mendapatkan gambaran tentang DNS.

DNS Hosting untuk VPS

Jika sebelumnya kamu memakai shared hosting, biasanya shared hosting memiliki DNS server sendiri. Ketika kamu memakai jasa shared hosting, maka sudah satu paket dengan DNS server.

Shared hosting bisanya memberikan sebuah alamat DNS, NS1.domain.com dan NS2.domain.com.

NS domain itulah yang mengarahkan domain ke alamat IP. Ketika kita memasangkan NS domain ke registrar, maka DNS record yang lain seprti A (address), CNAME (canonical name), dll, bekerja mengarahkan domain ke alamat IP blog/website kita.

Untuk DNS record saya akan membahasnya di bagian selanjutnya.

Bagaimana dengan VPS? Mereka tidak menyediakan NS1 dan NS2?

Untuk VPS, tidak semua VPS memberikan DNS hosting secara gratis. Kebanyakan managed VPS memberikan gratis, tetapi untuk unmanaged, tidak.

Baca: Managed VPS vs. Unmanaged VPS.

Opsi yang kita punya adalah, kita bisa membangun DNS hosting (NS1, NS2) di server itu juga atau memakai DNS hosting lain.

Saya sudah mencoba dua opsi tersebut, opsi pertama adalah membuat NS1 dan NS2 sendiri. Berhasil memang, tetapi sayangnya tidak sehandal dan secepat opsi kedua.

Opsi kedua kita bisa menyewa lagi DNS hosting atau memakai yang free. Untuk yang berbayar saya sangat merekomendasikan Dyn atau DNSMadeEasy.

DNS Hosting Gratis

CloudFlare DNS

Saya memakai yang gratis, tepatnya CloudFlare. Selain CloudFlare ada juga Namecheap, cloudDNS, DNSPark, dll. Pengalaman saya, cloudflare adalah yang terbaik, kemudian Namecheap.

Tetapi, jika kamu memakai VPS DigitalOcean, kita juga mendapatkan DNS Hosting mereka secara gratis.

Lalu apa perbedaan premium DNS vs DNS gratis?

Pernahkah kamu ketika mengakses suatu website/blog untuk pertama kalinya sangat lamat?

Itu bukan berarti hostingnya yang lambat, tetapi ketika di jaringan kamu belum ada yang mengakses website/blog tersebut, DNS server sedang mencari alamat IP dari domain tersebut.

Di sini terlihat perbedaannya, DNS yang berbayar menjanjikan kecepatan resolve. Kenapa? karena mereka memiliki DNS server lebih dari satu, dan rute pengaksesan yang dioptimalkan dari tempat dimana kamu mengakses.

Selain itu, masih banyak alasan lain kenapa berbayar.

**

Selesai! harapan saya di Ultimate VPS WordPress 1 ini adalah mengenalkan bagaimana DNS hosting bekerja. Ini penting karena di VPS, (unmanaged) kita harus tahu hal-hal seprti ini.

Tim support tidak akan membantu kita hal seperti ini, mereka hanya akan membantu kita jika ada kesalahan teknis seperti kesalahan jaringan atau kesalahan hardware.

Tulisan selanjutnya dari seri Ultimate VPS WordPress adalah bagaimana cara kita mengarahkan domain ke alamat IP VPS kita.

Sedikit bocoran, saya akan menulis bagaimana cara membuat NS1 dan NS2 sendiri, dan setting DNS memalaui DNS hosting seperti CloudFlare, NameCheap, atau DigitalOcean.

Jadi, jangan lupa untuk subscribe! dan Saya harap kamu bisa memberikan feedback terharap tulisan ini.

About the author: Halo, saya pengelola sekaligus pemilik blog ini. Saya suka blogging, programing, makan, dan tidur. Kontak saya di twitter saya, Google+ saya. Yakin gak komentar? blog ini do-follow loh!

Comments on this entry are closed.

  • adibey April 13, 2014, 12:22 pm

    klo bisa review cloudkilat atau sejenisnya dong mas, lihat fitur-fiturnya mantaf bener, tapi belum begitu paham cara pakenya.. :)

  • Andika January 2, 2014, 9:14 am

    Sebelumnya saya minta maaf karna salah masuk kamar nih kak,
    Setelah saya baca blog kk,dan blog kk sudah ke aprrove GA.
    Saya mau tanya,
    1. kalau sudah di terima GA nama rekening,no rekening yang buat daftar pertama kali itu bisa di rubah tidak ?soalnya rekening yang saya masukan rekening kakak saya..

    2. Kalau yang kita daftarkan pakai email yahoo bisa memungkinkan untuk diterima tdk?? soalnya ,saya daftar pakai email gmail ada tulisanya email sudah inactive atau intinya sudah tdk bisa lagi daftar GA,soalnya banyak bgt ketolaknya kak..

    3. Kalau artikelnya ada yang copas tapi hanya beberapa artikel itu bisa diterima tidak ?

    4. soal artikel cara agar diterima GA kan harus nama blog sama dengan yang daftar..
    Lha saya nama email n nama rekening yang didaftarin punya kakak saya tapi nama blog alias pemilik blognya kan saya.Lha itukan beda.Apa mungkin bisa di terima GA ??

    Mohon Penjelasanya,Terimakasih Sebelumnya..

    • Nadiar AS January 2, 2014, 7:04 pm

      Oke, ga apa-apa kok. Saya jawab ya.
      1. Tidak bisa
      2. Bisa diterima pakai email apa aja selain email google.
      3. Tidak bisa jawab. Pass.
      4. Tidak ada masalah, setelah diterima adsense, kita bebas memasang script iklan di blog mana saja asalkan legal.

      Semoga membantu. :)

      • Andika January 2, 2014, 9:57 pm

        Thankz kak nadiar :)
        Tambahan lagi nih,Kalau gk pake rekening bank tapi pake western union saat pendaftaran bisa tidak ?? Kalau bisa caranya gimana ??
        Mohon penjelsannya,terimakasih sebelmunya :))

        • Nadiar AS January 3, 2014, 1:13 am

          Maksudnya penarikan uang?

          Google memberikan dua pilihan, mau melalui check (dikirim melalui pos/airmail) atau westren union. Gak perlu rekening bank kok.